TLDR
Shunkai merupakan komputer kuantum pertama di Jepang yang sepenuhnya operasional dengan potensi untuk meningkatkan jumlah qubit hingga 500. Infleqtion berperan penting dalam menyediakan teknologi yang diperlukan untuk mencapai komputer kuantum yang dapat dioperasikan secara efektif. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi deteksi dan koreksi kesalahan untuk memastikan kestabilan dan keandalan sistem kuantum. Pomodo.id - Shunkai, komputer kuantum atom netral pertama Jepang, resmi beroperasi pada 24 Agustus 2026. Sistem ini didesain oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Kenji Ohmori, seorang ahli kimia terkemuka dari Institute for Molecular Science (IMS) di Jepang. Pada peluncurannya, Shunkai dilengkapi dengan sekitar 50 qubit, yang direncanakan akan berkembang hingga 500 qubit seiring dengan kemajuan pengembangan. Komputer ini menggunakan unit pemrosesan kuantum (QPU) dari perusahaan teknologi kuantum Infleqtion yang berbasis di Colorado, Amerika Serikat. Infleqtion merupakan satu-satunya mitra luar negeri yang terpilih oleh Badan Sains dan Teknologi Jepang (JST) untuk program Quantum Moonshot, yang merupakan upaya pemerintah Jepang dalam mengembangkan komputer kuantum universal yang tahan kesalahan sebelum tahun 2050.Shunkai memanfaatkan qubit yang berasal dari atom-atom individual, unit dasar informasi kuantum, yang dapat beroperasi pada suhu ruangan tanpa memerlukan sistem pendingin besar. Atom-atom ini dapat dijebak dan dimanipulasi dengan cahaya laser yang dikendalikan dengan presisi. Hal ini memungkinkan para ilmuwan untuk menghubungkan berbagai qubit dengan efektif. Menurut Infleqtion, kehadiran Shunkai menandai momen penting bagi ambisi Jepang dalam pengembangan teknologi kuantum dan peran Infleqtion dalam meningkatkan platform kuantum yang siap diproduksi secara massal.Namun, meskipun perkembangan ini menjanjikan, ada tantangan signifikan yang harus dihadapi dalam mengembangkan komputer kuantum. Salah satunya adalah kebutuhan untuk mencapai stabilitas dan mengurangi kesalahan dalam perhitungan kuantum, yang merupakan salah satu hambatan terbesar dalam teknologi kuantum saat ini. Teknologi kuantum, termasuk yang digunakan oleh Shunkai, masih dalam tahap awal dan memerlukan waktu dan investasi besar untuk sepenuhnya siap untuk aplikasi skala besar.Sementara itu, perkembangan seperti Shunkai dapat membuka peluang karir baru bagi generasi muda di Indonesia. Dengan adanya komputer kuantum, akan ada peningkatan permintaan untuk keterampilan dalam pemrograman kuantum, penelitian ilmiah, dan pengembangan teknologi canggih. Siswa dan profesional di bidang STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika) di Indonesia dapat mulai mempersiapkan diri untuk berkompetisi di bidang ini. Memiliki pengetahuan dalam teknologi kuantum dan keterampilan pemrograman dapat menjadi nilai tambah saat mencari pekerjaan di sektor teknologi yang semakin berkembang.
Qubit merupakan unit dasar dari informasi dalam komputer kuantum yang dapat berada dalam dua keadaan sekaligus berkat prinsip superposisi. Ini berbeda dari bit dalam komputer klasik yang hanya bisa berada dalam satu dari dua keadaan (0 atau 1). Qubit sangat penting dalam komputer kuantum karena capaian pengolahan data mereka yang super cepat dapat menyelesaikan masalah yang mustahil bagi komputer klasik. Dengan pengembangan seperti Shunkai, teknologi kuantum dapat lebih mendemokratisasikan pengolahan informasi, membuka pintu bagi inovasi yang tak terbayangkan sebelumnya.
Kemajuan di bidang pemrosesan kuantum dapat memiliki dampak signifikan bagi Indonesia ke depan. Negara ini perlu aktif mempersiapkan infrastruktur pendidikan dan penelitian yang dapat mendukung teknologi kuantum, memungkinkan para profesional muda bersaing dengan para ahli dari negara lain. Dengan investasi yang tepat dan pendidikan yang diperbarui, Indonesia dapat mengambil bagian dalam revolusi teknologi ini, berpotensi menghasilkan keuntungan ekonomi dan kesetaraan dalam akses teknologi di sering sektor industri.