TLDR
JUPITER telah menyelesaikan simulasi kuantum terbesar untuk sistem komputasi kuantum toleran kesalahan. NVIDIA menggunakan GPU untuk mensimulasikan kesalahan nyata dalam proses produksi state ajaib. Simulasi ini bisa membantu penelitian untuk mempercepat pengembangan aplikasi kuantum di bidang obat-obatan dan ilmu material. Pomodo.id - Superkomputer JUPITER yang baru saja diluncurkan di Eropa telah berhasil menyelesaikan simulasi komputasi kuantum fault-tolerant terbesar di kawasan tersebut. Simulasi ini melibatkan 104 qubit, yang merupakan jumlah qubit terbesar yang pernah disimulasikan untuk sistem komputasi kuantum fault-tolerant. Proses ini dilakukan menggunakan GPU NVIDIA GH200 di Pusat Superkomputasi Jülich di Jerman. Simulasi ini banyak menarik perhatian karena dapat membantu para peneliti mengeksplorasi dan memvalidasi produksi keadaan magis (magic state), yang sangat penting untuk melakukan perhitungan kompleks pada komputer kuantum yang tahan kesalahan (fault-tolerant).Keberhasilan JUPITER menyoroti tantangan utama dalam mengembangkan komputer kuantum. Produksi keadaan magis dengan tingkat kesalahan yang cukup rendah merupakan salah satu masalah terbesar, di mana metode tradisional terkadang memerlukan hingga 95 persen qubit fisik hanya untuk memproduksi keadaan tersebut. Ini meninggalkan sedikit ruang untuk melakukan perhitungan. Selain itu, berita ini datang setelah Google melaporkan bahwa prosesor kuantum Willow mereka berhasil mengurangi kesalahan hingga 40 kali saat menyiapkan keadaan kuantum khusus, menunjukkan kemajuan di dua jalur yang berbeda dalam perkembangan teknologi komputer kuantum.Meskipun JUPITER menawarkan terobosan dalam simulasi, penting untuk dicatat bahwa ini menggunakan perangkat keras superkomputer klasik untuk melakukan proses kuantum, sementara Google menggunakan prosesor kuantum yang sebenarnya. Kedua pendekatan ini berbeda dalam rangkaian tantangan yang mereka tangani. JUPITER membantu para peneliti mengevaluasi desain sebelum melakukan tes pada perangkat keras fisik, sedangkan eksperimen Google berfokus pada produksi keadaan magis di prosesor kuantum nyata.
Komputasi Kuantum Fault-Tolerant
Komputasi kuantum fault-tolerant adalah sistem komputer kuantum yang dirancang untuk dapat terus beroperasi dengan baik meskipun terdapat kesalahan dalam beberapa bagian komponennya. Sistem ini sangat penting karena komputasi kuantum berpotensi memiliki tingkat kesalahan yang tinggi, sehingga penerapan metode untuk meminimalkan kesalahan adalah kunci untuk memastikan hasil perhitungan yang akurat. Tanpa teknologi ini, pengembangan komputer kuantum yang dapat digunakan secara luas di dunia nyata akan terbatas.
Perkembangan ini berdampak signifikan bagi para muda Indonesia, terutama mereka yang berkecimpung dalam bidang teknologi, sains, dan pendidikan. Dengan semakin banyaknya inovasi dalam komputasi kuantum, peluang karir baru akan muncul di sektor teknologi tinggi. Sebagai contoh, melek teknologi kuantum dan pengetahuan tentang komputer kuantum akan menjadi keterampilan yang sangat dihargai di pasar kerja yang terus berkembang. Selain itu, mahasiswa dan lulusan di bidang teknik dan sains dapat mengambil manfaat dari pelatihan dalam teknologi kuantum, membuka jalan untuk penelitian yang relevan dan kemungkinan kerja sama internasional.Kedepannya, Indonesia juga dapat menjajaki investasi dan pengembangan teknologi kuantum di dalam negeri agar tidak tertinggal dalam persaingan global di bidang teknologi. Mengingat bahwa komputasi kuantum telah diprediksi dapat merombak banyak industri, seperti keuangan dan kesehatan, keterlibatan Indonesia dalam penelitian dan adopsi teknologi ini dapat memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi masa depan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 20 Okt 2026, 04.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)