TLDR
Penggunaan AI di China meningkat pesat dengan rata-rata panggilan token harian melebihi 175 triliun. Volume data inferensi yang dihasilkan oleh sistem AI kini melebihi data pelatihan, menunjukkan adopsi AI yang lebih luas. Laporan ini mencerminkan permintaan yang terus berkembang untuk layanan AI di kalangan penyedia layanan cloud publik. Pomodo.id - Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh China Centre for Information Industry Development (CCID), yang berada di bawah Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT), penggunaan sistem kecerdasan buatan (AI) di China mengalami lonjakan yang signifikan, dengan pencatatan pemanggilan token rata-rata harian melebihi 175 triliun. Laporan ini menunjukkan adopsi yang besar-besaran, menggambarkan bagaimana negara tersebut semakin memanfaatkan teknologi AI dalam berbagai sektor.Data ini menunjukkan peningkatan yang luar biasa, lebih dari 1.000 kali lipat dibandingkan dengan angka awal pada tahun 2024, ketika pemanggilan token masih rendah. Proses inference, yang berkaitan dengan penggunaan model AI yang telah dilatih untuk merespons permintaan pengguna, menunjukkan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya permintaan akan layanan AI. Token, yang merupakan unit data yang digunakan dalam proses ini, memberikan gambaran konkrit tentang seberapa luas dan sering teknologi AI digunakan melalui penyedia layanan cloud publik.Meskipun data yang menunjukkan pertumbuhan ini sangat menggembirakan, perlu dicatat bahwa adopsi AI di China masih menemui tantangan. Meskipun angka pemanggilan token meningkat, penetrasi AI di negara lain, termasuk Indonesia, tetap rendah; saat ini, Indonesia masih berada di bawah 10% dalam adopsi teknologi ini. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun China bergerak cepat dalam mengadopsi teknologi, negara lain harus berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan ini.
Token dalam konteks AI adalah unit dasar yang digunakan untuk mengukur data dalam sistem kecerdasan buatan. Mereka berfungsi untuk memproses informasi dan menjalankan model AI yang telah dilatih. Dengan meningkatnya penggunaan token, semakin besar pula potensi aplikasinya dalam berbagai industri, dari layanan kesehatan hingga sektor keuangan. Ini penting karena token AI dapat meningkatkan efisiensi dan memudahkan pengambilan keputusan berdasarkan data yang lebih baik, tetapi adanya kehadiran token juga bisa menimbulkan kesalahpahaman tentang nilai sebenarnya dari AI, yang bukan hanya terletak pada jumlah token yang digunakan.
Perkembangan ini memiliki implikasi yang signifikan bagi generasi muda di Indonesia, terutama bagi mereka yang baru lulus atau sedang dalam fase awal karir. Dengan meningkatnya fokus pada teknologi AI di berbagai sektor, terdapat peningkatan kemungkinan untuk menemukan pekerjaan baru yang berhubungan dengan teknologi ini, termasuk dalam bidang analisis data, pengembangan perangkat lunak, dan manajemen sistem informasi. Para mahasiswa dan lulusan baru akan diuntungkan jika mempelajari keterampilan terkait data dan AI, karena perusahaan mulai mengadopsi teknologi ini dalam operasional mereka.Dalam konteks Indonesia, penting bagi generasi muda untuk memahami bahwa meskipun tren penggunaan AI di China sangat mengesankan, mereka juga harus menyadari kapan saatnya untuk berinovasi dan beradaptasi. Ini berarti memperkuat dasar pendidikan mereka dalam teknologi informasi dan meningkatkan keterampilan yang relevan untuk siap bersaing di pasar kerja yang semakin dipengaruhi oleh otomatisasi dan digitalisasi. Teknologi yang berkembang di luar negeri dapat diadaptasi dan diterapkan di Indonesia, sehingga menciptakan peluang baru dan mendorong pertumbuhan perekonomian.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 2 Nov 2026, 15.50 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)