TLDR
Nilai komersial AI akan berpindah dari ekonomi token ke ekonomi tugas. Konsumsi token AI di China meningkat lebih dari seribu kali lipat dalam dua tahun. Pasar yang dapat dijangkau untuk AI diperkirakan akan tumbuh sepuluh kali lipat seiring dengan berkembangnya permintaan. Pomodo.id - Xu Li, CEO of SenseTime, mengemukakan bahwa nilai komersial sejati kecerdasan buatan (AI) akan beralih ke "ekonomi tugas", di mana pengguna membayar untuk tugas kompleks yang telah diselesaikan, seperti meninjau cetak biru arsitektur atau menghasilkan video produk. Ini menandai pergeseran dari model ekonomi token yang saat ini digunakan, di mana token murah dikeluarkan sebagai mata uang untuk layanan AI. Xu menyatakan, "Harga token akan turun secara tak terhindarkan, mirip dengan penurunan biaya data telekomunikasi dua dekade lalu," mengindikasikan bahwa ketika model dasar dan daya komputasi menjadi infrastruktur yang umum, ekonomi tugas akan lebih banyak diutamakan.Dalam beberapa tahun terakhir, konsumsi token AI di China telah meningkat lebih dari seribu kali lipat, mencerminkan adaptasi yang cepat di sektor korporat untuk meningkatkan produktivitas dan mengotomatiskan operasi bisnis. Misalnya, seorang karyawan di ByteDance di Beijing mengonfirmasi bahwa penggunaan AI telah menjadi bagian integral dari hampir setiap tugas. Karyawan ini menghabiskan hampir satu miliar unit token untuk menyelesaikan tugas-tugasnya, menunjukkan betapa besar dan meluasnya penggunaan AI dalam aktivitas sehari-hari di perusahaan-perusahaan besar.Meskipun ada lonjakan penggunaan token AI di sektor korporat, terdapat tantangan dalam pergeseran ini. Banyak perusahaan besar seperti DeepSeek menghadapi persaingan yang ketat, yang memaksa mereka untuk memangkas harga model AI mereka secara signifikan. Contohnya, DeepSeek menurunkan harga model flagship mereka sebesar 75 persen, mendorong perusahaan untuk beradaptasi dengan cepat. Meskipun begitu, ketergantungan pada token sebagai bentuk pengukuran penggunaan layanan AI menimbulkan tantangan baru bagi karyawan yang kini harus mengelola anggaran token mereka sebagai bukti kemahiran mereka dalam teknologi AI.Ekonomi tugas yang dicadangkan Xu Li memprediksi perluasan pasar yang dapat dijangkau, dengan meningkatkan nilai total dalam ranah kerja dan desain. Proyeksi tersebut menyiratkan bahwa kita akan menyaksikan perubahan dalam cara perusahaan mempekerjakan dan menggunakan tenaga kerja. Sebagai contoh, jika AI dapat melakukan pekerjaan desain dan pengujian produk secara efisien, perusahaan tidak hanya dapat menghemat waktu tetapi juga biaya, menuntut pekerja manusia untuk beradaptasi atau berkolaborasi dengan teknologi baru tersebut.
Pergeseran ke Ekonomi Tugas
Ekonomi tugas adalah model baru di mana perusahaan membayar berdasarkan hasil tugas yang kompleks. Ini penting karena menandai perubahan dari penggunaan dasar daya komputasi ke permintaan nyata atas solusi AI yang mengatasi kebutuhan spesifik. Kesalahpahaman yang umum adalah bahwa AI akan sepenuhnya menggantikan manusia, tetapi kenyataannya, AI akan lebih berfungsi sebagai alat bantu daripada pengganti dalam konteks pekerjaan kreatif dan strategis.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa untuk memanfaatkan potensi penuh AI, perusahaan perlu berinvestasi dalam teknologi yang mendorong kolaborasi antara manusia dan mesin. Hal ini juga berarti bahwa individu yang ingin tetap relevan di pasar kerja masa depan perlu meningkatkan keterampilan mereka untuk dapat berinteraksi dengan teknologi AI yang semakin canggih. Hal ini menciptakan kebutuhan mendesak untuk pendidikan yang lebih baik dan investasi dalam pelatihan bagi tenaga kerja.Artikel ini disintesis dari 2 sumber.