TLDR
Proses katalitik baru dapat meningkatkan umur sel surya perovskit hingga 1.000 jam dengan mempertahankan 95 persen efisiensi awal. Teknologi ini menggunakan nikel oksida untuk menghapus ion lithium yang berbahaya dan menghilangkan kebutuhan akan aditif, yang mengurangi degradasi. Sel surya perovskit yang baru dikembangkan menunjukkan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan sel konvensional, membuka jalan untuk komersialisasi teknologi ini. Pomodo.id - Proses baru yang dikembangkan oleh peneliti dari Korea Selatan berpotensi memperpanjang umur sel surya perovskite hingga 1.000 jam dengan tetap mempertahankan 95 persen dari efisiensi awalnya. Penelitian ini dilakukan oleh Korea Institute of Energy Research (KIER) dan dipimpin oleh SeJin Ahn, seorang peneliti utama di lembaga tersebut. Dalam kolaborasinya, mereka bekerja sama dengan tim yang dipimpin oleh Dong-Seok Kim dari Ulsan National Institute of Science and Technology (UNIST). Sel selama ujian diletakkan pada suhu 85 derajat Celsius dengan kelembapan relatif 85 persen. Bahkan setelah terpapar kondisi ekstrem selama 1.000 jam, sel tersebut berhasil mempertahankan sebagian besar efisiensinya.Sel surya perovskite adalah perangkat fotovoltaik tipis yang memanfaatkan material perovskite untuk mengubah sinar matahari menjadi listrik. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi ini menarik perhatian karena efisiensi konversi energinya yang tinggi dan potensi biaya produksi yang rendah. Berbeda dengan panel silikon tradisional, sel perovskite lebih ringan, lebih mudah diproduksi, dan lebih ekonomis. Inovasi ini diharapkan dapat membuat sel perovskite bersaing lebih baik dengan panel silikon yang secara konvensional mendominasi pasar.Meskipun penemuan ini menggembirakan, terdapat tantangan yang harus dihadapi dalam transit dari laboratorium menuju produksi massal. Efisiensi yang tinggi dan umur panjang memang menjanjikan, tetapi harus terbukti dalam konteks produksi besar-besaran dan distribusi industri. Selain itu, keberhasilan teknologi ini akan bergantung pada akuisisi bahan baku dan pengurangan biaya yang dapat menghalangi aksesibilitas lebih lanjut.
Sel surya perovskite adalah teknologi fotovoltaik yang menggunakan material dengan struktur kristal perovskite. Keunggulannya terletak pada efisiensi konversi energi yang tinggi dan kemampuan untuk diproduksi dengan biaya rendah. Meskipun masih ada persepsi bahwa sel surya berbasis silikon lebih unggul karena pengalaman yang lebih lama dalam industri, sel perovskite menunjukkan potensi untuk merevolusi sektor energi terbarukan jika dapat dikomersialkan secara efektif.
Bagi generasi muda Indonesia, temuannya ini semakin relevan seiring dengan meningkatnya ketertarikan pada energi terbarukan sebagai sumber alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi nasional yang terus meningkat. Dengan meningkatnya penggunaan sel surya perovskite, akan ada peluang kerja baru dalam bidang penelitian, pengembangan, dan pemasaran di sektor energi. Selain itu, investasi dalam energi terbarukan di Indonesia mungkin akan menarik perhatian lebih banyak pemodal yang melihat potensi pertumbuhan di industri peningkatan efisiensi energi. Jika penelitian ini berhasil diterapkan secara luas, maka Indonesia bisa menjadi player di pasar energi terbarukan yang sedang berkembang.Secara keseluruhan, penemuan ini merupakan langkah signifikan menuju komersialisasi sel surya perovskite dan tandem, memberikan harapan bagi masa depan energi yang lebih berkelanjutan dan efisien, serta membuka peluang baru dalam arena pekerjaan dan investasi di sektor energi di Indonesia.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 27 Okt 2026, 02.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)