TLDR
Pengembangan strategi pemrosesan baru meningkatkan efisiensi sel surya perovskite hingga 30,1 persen. Sel surya monolitik triple-junction menunjukkan stabilitas tinggi dan mempertahankan lebih dari 90% efisiensi setelah penggunaan terus-menerus. Riset ini membuka jalan untuk aplikasi sel surya yang ringan dan fleksibel untuk atap komersial dan misi luar angkasa. Pomodo.id - Peneliti dari Universitas Nanjing di Tiongkok bersama dengan institusi lain telah menemukan cara baru dalam proses pembuatan sel surya triple-junction berbahan perovskit, yang dapat mencapai efisiensi konversi energi hingga 30,1 persen. Temuan ini merupakan langkah signifikan dalam upaya meningkatkan efisiensi panel surya di tengah batasan yang dihadapi oleh panel surya silikon standar saat ini. Dalam pengembangan ini, strategi pemrosesan baru dirancang untuk mengatasi masalah pada film perovskit ultralebar dengan kandungan halida yang tinggi.Efisiensi tinggi yang dicapai oleh sel surya ini berfungsi dengan kestabilan yang baik selama penggunaan terus menerus dan berpotensi untuk meningkatkan efisiensi sel surya multilapis di masa depan melebihi 35 persen. Panel surya saat ini sebagian besar menggunakan silikon, yang terbatas dalam kemampuan untuk mengubah sinar matahari menjadi energi. Sebaliknya, perovskit memiliki potensi lebih besar karena kemampuannya untuk disusun dalam lapisan-lapisan yang dapat menyerap beragam panjang gelombang sinar matahari secara lebih efisien.Namun, proses pembuatan film perovskit yang kaya bromida ini menghadapi tantangan ketika bagian permukaan kering dan mengkristal lebih awal, sedangkan bagian bawah tetap basah, menyebabkan film tersebut melipat dan retak. Ini mengakibatkan pemborosan energi, yang menjadi penghalang dalam produksi sel surya yang efisien.
Perovskit adalah jenis material sintetik yang digunakan dalam pembuatan panel surya. Material ini memiliki efisiensi tinggi dan dapat direkayasa dalam lapisan-lapisan untuk menyerap sinar matahari dalam berbagai panjang gelombang. Berbeda dengan silikon, yang merupakan bahan tradisional untuk panel surya, perovskit menawarkan potensi yang lebih besar dalam hal biaya produksi dan efisiensi energi, meskipun masih dalam tahap pengembangan.
Inovasi ini memiliki dampak signifikan bagi generasi muda di Indonesia. Dengan meningkatnya efisiensi panel surya, investasi dalam energi terbarukan seperti sel surya perovskit dapat menjadi pilihan yang lebih menarik baik bagi individu yang berminat dalam sektor energi bersih maupun bagi investor. Ketika industri energi beralih ke teknologi yang lebih canggih dan efisien, akan ada permintaan untuk profesi dan keterampilan baru yang berkaitan dengan teknologi ini, dari teknik rekayasa hingga pemeliharaan sistem energi terbarukan.Potensi pasar untuk teknologi energi terbarukan, khususnya dalam konteks perubahan iklim dan kebutuhan energi global yang terus meningkat, membuat sel surya perovskit menjadi titik fokus bagi industri di masa depan. Hal ini memberikan peluang bagi para pemuda Indonesia untuk mengeksplorasi karir dalam bidang yang berkelanjutan dan berpotensi memberikan imbal hasil finansial yang baik, sekaligus berkontribusi positif terhadap lingkungan.