TLDR
Quantinuum mencapai 99,9995 persen fidelity logis dalam koreksi kesalahan kuantum. Sistem Helios memiliki tingkat kesalahan yang 100 kali lebih rendah dibandingkan hasil publikasi terbaik dari Google Quantum AI. Quantinuum berencana untuk meluncurkan Apollo, komputer kuantum universal, pada tahun 2029. Pomodo.id - Komputer kuantum buatan Quantinuum, yang dikenal sebagai Helios, baru saja mencetak rekor dalam koreksi kesalahan kuantum dengan mencapai fidelitas logis 99,9995 persen dan tingkat kesalahan yang 100 kali lebih rendah dibandingkan hasil yang dipublikasikan oleh Google Quantum AI. Hasil ini menunjukkan bahwa Helios, yang merupakan komputer kuantum komersial dengan 98 qubit yang terjebak, hanya mengalami lima kesalahan per satu juta operasi logis. Dengan pencapaian ini, Quantinuum semakin dekat untuk mengembangkan Apollo, komputer kuantum yang direncanakan dapat bertahan dari kesalahan.Komputer kuantum berfungsi dengan menggunakan bit kuantum, atau qubit, yang sangat sensitif terhadap gangguan dari luar, seperti panas, sinyal elektromagnetik yang tidak diinginkan, getaran, dan radiasi kosmik, yang semuanya dapat mengganggu keadaan kuantum yang halus sehingga menyebabkan kesalahan selama perhitungan. Mengingat hal ini, ilmuwan menerapkan teknik koreksi kesalahan kuantum yang mengkombinasikan beberapa qubit fisik yang rentan terhadap kesalahan menjadi satu unit yang lebih kuat, yang dikenal sebagai qubit logis. Dalam penggunaan sehari-hari, pencapaian ini membawa teknologi kuantum lebih dekat ke aplikasi nyata.Namun, ada tantangan yang harus diatasi. Meskipun Quantinuum telah mencapai pengurangan kesalahan yang signifikan, untuk mencapai regime yang lebih tinggi, yang disebut "megaquop," komputer kuantum diharapkan dapat melakukan satu juta operasi dengan hanya sedikit kesalahan. Untuk mencapainya, para ilmuwan masih perlu meningkatkan skala komputer mereka. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kemajuan telah dibuat, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh untuk menjadikan teknologi ini sangat andal.
Qubit adalah unit dasar dari informasi kuantum yang digunakan dalam komputer kuantum. Mereka tidak seperti bit klasik yang hanya bisa bernilai 0 atau 1; qubit dapat berada di keduanya pada saat yang sama karena fenomena yang disebut superposisi. Ini adalah salah satu alasan mengapa komputer kuantum memiliki potensi besar untuk melakukan perhitungan kompleks lebih cepat daripada komputer klasik. Dengan pengembangan teknik untuk memperbaiki kesalahan kuantum, seperti yang telah dilakukan oleh Quantinuum, maka qubit logis dibuat agar lebih tahan terhadap kesalahan dan dapat diandalkan dalam aplikasi masa depan.
Bagi pemuda Indonesia, perkembangan ini membuka banyak kemungkinan baru. Kesuksesan Quantinuum dalam memperbaiki kesalahan dapat mengarah pada pengembangan lebih lanjut dalam teknologi kuantum yang akan memiliki dampak ekonomi, seperti menciptakan lapangan kerja baru di bidang teknologi informasi, riset, serta pengembangan alat-alat digital yang lebih canggih. Karir dalam bidang sains dan teknik akan semakin meningkat, dan pemuda yang menguasai keterampilan dalam kuantum atau data science akan mendapatkan keuntungan lebih besar di pasar kerja.Di masa depan, jika teknologi kuantum seperti komputasi kuantum semakin meluas, Indonesia yang sedang mengejar transformasi digital dapat memanfaatkan teknologi ini untuk solusi dalam berbagai sektor, dari keuangan hingga kesehatan. Pencapaian ini menunjukkan harapan baru untuk modernisasi sistem dan produk yang lebih efisien yang dapat memberi kontribusi nyata kepada perekonomian nasional.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 21 Okt 2026, 00.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)