TLDR
Penelitian menunjukkan bahwa pengukuran dan reset berulang pada qubits dapat mengatur perilaku kacau dalam komputer kuantum. Transisi fase antara perilaku kacau dan terkontrol ditemukan, menunjukkan bahwa intervensi acak dapat mengendalikan perilaku sistem kuantum. Pengembangan kemampuan untuk melakukan koreksi kesalahan secara real-time merupakan langkah penting menuju komputasi kuantum yang tahan kesalahan. Pomodo.id - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa komputer kuantum dapat mengukur dan mereset qubit secara berulang sementara perhitungan tetap berlanjut, yang dapat mengatasi perilaku kacau di dalam prosesor. Melalui eksperimen yang melibatkan hingga 100 qubit, para ilmuwan dari Rutgers University, IBM, dan institusi lain berhasil memanfaatkan teknik kunci ini untuk mengembangkan mesin kuantum yang lebih dapat diandalkan. Hasil penelitian ini dipublikasi dalam jurnal Nature Physics dan mengungkapkan transisi tajam antara perilaku kuantum yang kacau dan terkontrol.Komputer kuantum beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip mekanika kuantum, di mana qubit (unit informasi kuantum) dapat berada dalam superposisi, yaitu dua keadaan sekaligus. Sayangnya, keadaan rapuh ini rentan terhadap gangguan dari lingkungan dan kekurangan dalam perangkat keras, yang dapat menyebabkan kesalahan menumpuk selama perhitungan. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti mengembangkan sistem yang mampu mendeteksi dan memperbaiki kesalahan sembari perhitungan berlangsung, sebuah pendekatan yang dikenal sebagai koreksi kesalahan kuantum. Ini adalah dasar bagi teknologi komputer kuantum yang tahan kesalahan.Tim peneliti menggunakan prosesor IBM Quantum Heron yang memiliki 156 qubit dan memanfaatkan rantai yang terhubung yang terdiri atas hingga 100 qubit untuk eksperimen mereka. Dalam percobaan ini, mereka mengeksplorasi dua proses yang saling bersaing: satu proses menyenggarakan informasi di antara qubit tetangga, menyebarkan kekacauan di dalam sistem, sedangkan proses lainnya mengukur qubit secara berulang, berusaha memulihkan tatanan di antara kekacauan tersebut.
Qubit adalah unit dasar informasi dalam komputer kuantum, mirip dengan bit dalam komputer klasik tetapi dengan kemampuan unik untuk berada dalam beberapa keadaan sekaligus. Ini menjadikan qubit sangat kuat untuk memproses informasi dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh komputer klasik. Kesalahpahaman umum tentang qubit adalah bahwa mereka sama dengan bit klasik, padahal qubit memiliki potensi yang jauh lebih besar dalam menjalankan perhitungan kompleks dan menyelesaikan masalah yang saat ini tidak dapat dipecahkan oleh komputer klasik.
Meskipun kemajuan ini menunjukkan langkah besar ke arah mengembangkan komputer kuantum yang lebih andal, ada beberapa kendala yang perlu diatasi. Salah satunya adalah tantangan dalam melakukan skala besar, karena proses mereset dan mengukur qubit harus dilakukan dengan presisi tinggi dan kecepatan yang cukup. Keberhasilan dalam menciptakan komputer kuantum yang tahan kesalahan dapat memengaruhi industri di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, yang sedang berupaya menjadi pemain dalam era digital dan teknologi tinggi.Bagi generasi muda di Indonesia, perkembangan ini membuka peluang baru dalam karier di bidang teknologi, terutama dalam ilmu komputer dan penelitian kuantum. Memahami teknologi ini dan keterampilan dalam mengelola sistem kuantum akan menjadi nilai tambah yang signifikan saat memasuki dunia kerja. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang berinvestasi dalam pengembangan teknologi ini, peluang untuk bekerja di perusahaan-perusahaan internasional atau terlibat dalam proyek penelitian bergengsi di bidang ini semakin terbuka lebar.Sekitar tahun 2029, diharapkan bahwa komputer kuantum yang dapat diandalkan akan lebih banyak digunakan, menawarkan kecepatan rekayasa yang sebelumnya tidak terpikirkan. Oleh karena itu, memahami dan mengejar pendidikan di bidang ini adalah langkah penting bagi pemuda Indonesia agar tidak tertinggal dalam pangsa pasar yang berkembang pesat ini. Kesempatan untuk menjadi bagian dari revolusi kuantum dalam teknologi dapat membawa dampak positif pada karier masa depan dan perekonomian digital Indonesia.