TLDR
Sistem bioflok dapat meningkatkan efisiensi pakan ikan hingga 84,03 persen. Penggunaan bioflok mendukung keberlanjutan dengan mengurangi ketergantungan pada pakan buatan yang mahal dan berpotensi mencemari lingkungan. Adopsi teknologi bioflok memerlukan pelatihan dan pemahaman yang mendalam dari pelaku usaha perikanan. Pomodo.id - Riset terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa sistem bioflok dapat mencapai efisiensi pakan ikan nila hingga 84,03 persen. Angka ini menandakan bahwa bioflok, yang mengandalkan teknologi inovatif untuk memproduksi pakan dengan memanfaatkan mikroorganisme di dalam kolam, lebih unggul dibandingkan metode pertanian ikan lainnya seperti kolam intensif dan keramba.Dalam studi ini, BRIN menunjukkan bahwa bioflok tidak hanya efektif dalam meningkatkan rasio konversi pakan, tetapi juga mendukung keberlanjutan dengan meminimalkan penggunaan pakan buatan yang biasanya mahal dan berpotensi mencemari lingkungan. Dengan efisiensi yang lebih tinggi ini, petani ikan dapat lebih hemat dalam biaya, sehingga keuntungan dari hasil penjualan ikan dapat meningkat. Metode ini memanfaatkan sisa pakan dan limbah organik untuk menciptakan pakan yang bernutrisi melalui proses alami, yang juga berkontribusi pada pengurangan polusi.Namun, penggunaan sistem bioflok tidak tanpa tantangan. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah perlunya pelatihan dan pemahaman yang mendalam dari para pelaku usaha perikanan mengenai cara kerja dan pengelolaan bioflok. Sistem ini memerlukan pengawasan yang lebih cermat terkait kualitas air dan populasi mikroorganisme, sehingga beberapa petani yang terbiasa dengan metode tradisional mungkin merasa sulit beradaptasi. Hal ini dapat mempengaruhi tingkat adopsi teknologi baru di kalangan petani ikan, terutama untuk mereka yang kurang akrab dengan teknologi pertanian modern.Perkembangan ini menciptakan peluang baru bagi generasi muda Indonesia, khususnya bagi mereka yang ingin terjun ke sektor perikanan atau agrikultur. Dengan meningkatnya kebutuhan akan teknologi ramah lingkungan dan efisiensi dalam produk pertanian, lulusan dari berbagai bidang, seperti ilmu perikanan, bioteknologi, dan agronomi, dapat menemukan karir yang menjanjikan dalam penerapan dan pengelolaan sistem bioflok. Selain itu, keterampilan di bidang teknologi informasi dan analisis data juga semakin diperlukan dalam pengelolaan sistem ini, membuka jalan bagi inovasi yang lebih besar dalam industri perikanan.
Bioflok adalah teknik budidaya ikan yang mengandalkan kolam ikan dengan mikroorganisme menguntungkan untuk memproduksi pakan secara alami. Sistem ini menggunakan prinsip bioogik untuk meningkatkan kualitas air & mendukung pertumbuhan ikan. Bioflok membantu mengurangi ketergantungan pada pakan komersial, yang seringkali mahal dan berpotensi merusak lingkungan. Dengan meningkatnya kesadaran akan keberlanjutan serta efisiensi dalam sektor perikanan, penggunaan bioflok diharapkan mampu mengubah cara kita memproduksi ikan dan menanggulangi tantangan lingkungan dalam industri perikanan.
Dengan efisiensi pakan yang tinggi, bioflok menciptakan tidak hanya manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung inisiatif lingkungan yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Para pemuda dan pelaku usaha dapat menggunakan pembelajaran dari riset ini untuk mendorong pembangunan industri perikanan yang lebih berkelanjutan dan produktif, dan mengubah pola pikir tentang metode budidaya ikan serta dampaknya terhadap lingkungan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 18 Okt 2026, 19.50 WIB
Sumber: [BRIN (brin.go.id) ↗](https://brin.go.id)
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)