TLDR
Pengering hibrida PVT dapat meningkatkan efisiensi pengolahan hasil laut di Indonesia. Adopsi teknologi baru memerlukan dukungan pelatihan dan investasi untuk pelaku usaha kecil. Inovasi dalam pengolahan makanan dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ketahanan pangan. Pomodo.id - Periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ahmad Fudholi, telah mengembangkan pengering hibrida PVT yang mampu mengolah ikan dan rumput laut hingga kapasitas 10 ton. Inovasi ini merupakan langkah maju dalam teknologi pengolahan makanan, yang menggunakan kombinasi energi surya dan biomassa untuk meningkatkan efisiensi serta mengurangi biaya operasional dalam proses pengeringan.Pengering hibrida PVT ini memanfaatkan pemanas berbasis energii terbarukan yang dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Di Indonesia, yang dikenal dengan hasil lautnya yang melimpah, teknologi ini sangat relevan untuk mengolah produk-produk perikanan segar menjadi produk yang lebih tahan lama dan bernilai tinggi. Dengan kapasitas mencapai 10 ton, pengering ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap industri perikanan, membantu nelayan dan pelaku usaha mikro untuk memproduksi lebih banyak, sekaligus menjaga kualitas dan kesegaran produk.Namun, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Saat ini, meskipun teknologi ini menjanjikan peningkatan dalam produktivitas, adopsi teknologi baru sering kali terhambat oleh kurangnya pemahaman dan pelatihan di kalangan para pelaku usaha kecil. Selain itu, implementasi teknologi ini membutuhkan investasi awal yang mungkin sulit bagi sebagian besar pengusaha kecil, sehingga memerlukan dukungan dari lembaga pemerintah dan swasta untuk meningkatkan aksesibilitas.Dalam konteks ini, perkembangan teknologi seperti pengering hibrida PVT tidak hanya berpotensi untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja di sektor perikanan dan pengolahan makanan, tetapi juga dapat memperbaiki ketahanan pangan di Indonesia. Dengan mengurangi limbah produk dan meningkatkan nilai ekonomis hasil laut, para pelaku usaha muda di sektor ini dapat melihat peluang untuk memulai usaha baru atau memperluas usaha yang sudah ada.
Pengering hibrida PVT adalah alat yang menggabungkan teknologi pemanas tenaga surya dan biomassa untuk mengeringkan produk. Dengan menggunakan sumber energi terbarukan, alat ini mengurangi biaya bahan bakar dan emisi karbon, menjadikannya solusi yang lebih ramah lingkungan untuk pengolahan hasil pertanian dan perikanan. PVT dapat menciptakan produk akhir yang lebih berkualitas sekaligus membantu pelaku usaha kecil dalam meningkatkan daya saing di pasaran.
Pengembangan pengering ini menyediakan berbagai peluang baru bagi orang muda di Indonesia yang tertarik dalam bidang pertanian, perikanan, dan teknologi energi terbarukan. Dengan semakin berkembangnya industri ini, ada kebutuhan yang meningkat untuk keahlian di bidang teknologi pengolahan makanan dan manajemen sumber daya. Seiring dengan inovasi yang terus berlanjut, para lulusan dan pekerja muda dapat memanfaatkan peluang ini untuk membangun karir yang berarti di industri yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.Secara keseluruhan, inovasi yang dibawa oleh Ahmad Fudholi bukan hanya akan memberikan dampak positif bagi sektor perikanan, tetapi juga menciptakan kesadaran yang lebih besar akan pentingnya teknologi ramah lingkungan dalam menghadapi tantangan dunia modern. Langkah ini mendukung visi Indonesia untuk menjadi lebih berkelanjutan dan berdaya saing di pasar global, terutama dalam industri yang memanfaatkan sumber daya alam secara bijak dan efisien.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 17 Okt 2026, 19.48 WIB
Sumber: [BRIN (brin.go.id) ↗](https://brin.go.id)
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)