TLDR
BIPM akan menghapus detik kabisat untuk mencegah masalah infrastruktur yang mungkin terjadi. Perubahan rotasi Bumi dapat memaksa pengamat waktu untuk mengurangi waktu, yang belum pernah dicoba sebelumnya. Perusahaan teknologi besar mendukung penghapusan sistem detik kabisat karena masalah yang ditimbulkannya. Pomodo.id - Perubahan signifikan akan segera dilakukan dalam sistem pengukuran waktu global untuk mencegah potensi kegagalan infrastruktur yang dapat terjadi seperti skenario Y2K. Pada 15 Oktober 2026, Konferensi Umum tentang Timbangan dan Ukuran (General Conference on Weights and Measures/BIPM) telah memberikan suara untuk menghapus leap second, yang merupakan pengaturan waktu ad hoc yang kadang-kadang ditambahkan agar standar waktu dapat mencerminkan rotasi Bumi yang nyata dan tidak konsisten. Keputusan ini dipercepat agar bisa diterapkan pada 20 Mei 2027, bertepatan dengan Hari Metrologi Dunia.Pencabutan leap second ini diperlukan karena perubahan dalam rotasi Bumi mungkin akan membuat waktu pengukuran harus dikurangi, bukan ditambah, untuk menyelaraskan waktu astronomis dengan waktu atom. Ini adalah sesuatu yang belum pernah dicoba sebelumnya. Kekhawatiran muncul bahwa ketika pengurangan waktu dilakukan, dapat menyebabkan masalah besar pada infrastruktur penting yang mengandalkan sinkronisasi waktu. Beberapa platform teknologi besar seperti Foursquare, Reddit, LinkedIn, dan Yelp telah mengalami gangguan di masa lalu ketika leap second ditambahkan ke dalam sistem. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan seperti Meta, Google, dan Microsoft juga mendukung penghapusan sistem ini.
Leap second adalah penyesuaian waktu yang dilakukan untuk menjaga keselarasan antara waktu yang ditentukan oleh atom dan waktu yang diukur berdasarkan rotasi Bumi. Secara historis, penambahan leap second dilakukan untuk memperbaiki perbedaan antara waktu atom yang sangat stabil dan waktu astronomis yang lebih variabel. Namun, dengan adanya rencana untuk mengganti leap second dengan sistem "leap hour", waktu atom dan astronomis akan biarkan perlahan-lahan terpisah hingga suatu saat seluruh jam harus ditambahkan, yang diharapkan tidak akan terjadi selama sekitar 3.000 tahun ke depan. Ini menunjukkan bahwa sistem waktu yang kita gunakan mungkin lebih fleksibel daripada yang dipikirkan banyak orang.
Perubahan ini memiliki implikasi penting bagi generasi muda di Indonesia. Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital dan bergantung pada teknologi, ketidakstabilan dalam sistem waktu dapat berdampak pada banyak sektor, mulai dari keuangan hingga teknologi informasi. Dengan globalisasi yang membawa banyak perusahaan asing ke Indonesia, penting bagi spesialis IT dan profesional teknik untuk memahami bagaimana sistem waktu bekerja dan bagaimana perubahan ini dapat berdampak pada infrastruktur digital. Ini menunjukkan bahwa keterampilan dalam manajemen waktu dan teknologi akan semakin berharga di pasar kerja global.Meskipun keputusan ini tidak secara langsung mempengaruhi pendapatan bulanan atau biaya hidup di Indonesia, pemahaman yang lebih baik tentang sistem waktu dan dampaknya dapat membantu mendukung pengembangan sektor teknologi yang inovatif di negara kita dan menciptakan peluang kerja baru. Generasi muda perlu memperhatikan perkembangan ini dan mengubah pendekatan mereka terhadap teknologi dan waktu, agar tetap relevan di era digital yang cepat berubah ini.Secara keseluruhan, penghapusan leap second oleh BIPM menandai langkah besar dalam evolusi sistem pengukuran waktu global, berpotensi membawa stabilitas dan praktik yang lebih handal dalam pengelolaan waktu di berbagai sektor.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 16 Okt 2026, 17.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)