TLDR
Perubahan rotasi Bumi dapat memberikan wawasan tentang kondisi di dalam planet yang sulit diobservasi secara langsung. Mekanisme pengikatan antara inti dan mantel Bumi mempengaruhi panjang hari dengan cara yang kompleks. Studi ini membantu mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang interaksi lapisan dalam Bumi dan proses yang terjadi ribuan kilometer di bawah permukaan. Pomodo.id - Perubahan kecil dalam rotasi Bumi dapat memengaruhi panjang hari kita dengan cara yang tidak terlihat sehari-hari. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa interaksi antara inti Bumi yang padat dan lapisan mantel yang mengelilinginya berperan dalam perubahan ini. Meskipun variasi ini sangat kecil — hanya beberapa milidetik selama beberapa dekade — mereka menjadi petunjuk penting bagi ilmuwan untuk memahami kondisi di dalam Bumi yang terletak ribuan kilometer di bawah permukaan.Penelitian yang dilakukan oleh Huifeng Zhang, seorang mahasiswa PhD di Universitas Alberta, dan supervisor-nya, Mathieu Dumberry, mengungkap bahwa pertukaran momentum sudut antara inti dan mantel dapat mempengaruhi panjang hari. Inti Bumi, yang berukuran seukuran Mars, terdiri dari logam besi dan memiliki bagian dalam yang padat serta bagian luar yang cair. Para peneliti menganalisis tiga mekanisme berbeda tentang bagaimana bagian-bagian ini dapat berinteraksi untuk memperlambat atau mempercepat rotasi Bumi.Perubahan dalam rotasi Bumi ini sulit dijelaskan sepenuhnya. Sementara proses atmosfer dan oceanic dapat mempengaruhi variasi jangka pendek, interaksi dengan Bulan mempengaruhi Bumi dalam periode yang jauh lebih lama. Oleh karena itu, gambaran yang lebih jelas mengenai bagaimana inti Bumi berinteraksi dengan mantel sangat penting untuk memahami struktur dalam Bumi yang misterius. Selain itu, ketidakpastian tetap ada, mengingat meskipun kita tahu bahwa inti bertanggung jawab atas perubahan jangka dekadal, cara spesifik dari interaksi tersebut masih belum sepenuhnya jelas.
Inti Bumi terdiri dari dua lapisan: inti dalam yang solid dan inti luar yang cair. Inti Bumi ini berfungsi sebagai sumber utama untuk gaya tarikan gravitasi yang memengaruhi rotasi planet. Salah satu kesalahpahaman umum adalah bahwa bagian luar inti yang cair tidak berperan dalam rotasi; padahal, pergerakan logam cair ini berkontribusi pada interaksi dan bahu-membahu dengan mantel. Hal ini penting karena memahami dinamika dalam inti dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang sejarah Bumi dan proses geodinamis yang berlangsung.
Bagi generasi muda di Indonesia, penemuan ini penting karena membuka peluang untuk studi lebih lanjut dalam bidang geofisika dan ilmu Bumi, yang semakin relevan dengan tantangan lingkungan global. Pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana rotasi planet bekerja dapat berkontribusi pada perencanaan ekologi dan mitigasi dampak perubahan iklim yang menjadi isu krusial saat ini. Selain itu, kemampuan untuk mengkaji interaksi di dalam Bumi bisa menjadi dasar bagi inovasi teknologi yang nantinya dapat dimanfaatkan dalam sektor energi dan sumber daya alam.Mempelajari geodinamik dan implikasinya adalah langkah penting bagi karier di bidang penelitian, rekayasa, dan teknologi informasi. Peningkatan pemahaman tentang rotasi Bumi juga bisa menghasilkan solusi lebih baik untuk pertanyaan yang berkaitan dengan keamanan nasional di sektor sumber daya, serta dampak ekonomi dan ketahanan iklim di masa depan. Langkah kecil di dalam Bumi ini, meskipun tidak terlihat, ternyata berdampak besar pada bagaimana kita hidup dan bertindak di permukaan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 25 Sep 2026, 14.11 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)