TLDR
Robert Desjardins merancang struktur penyimpanan yang dapat mendukung magnet superkonduktor seberat 45,000 pon. Desain baru ini meningkatkan kapasitas penyimpanan dari tiga tingkat menjadi empat tingkat untuk mengoptimalkan penggunaan ruang. Proyek ini diharapkan menghemat biaya sekitar USD 420,000 dan memfasilitasi transisi magnet dari RHIC ke EIC. Pomodo.id - Di tengah perkembangan teknologi tinggi, mahasiswa dari Rochester Institute of Technology (RIT) di Amerika Serikat berhasil merancang struktur penyimpanan yang mampu mendukung magnet superkonduktor seberat lebih dari 20.000 kilogram. Rancangan ini ditujukan untuk mendukung pembangunan Electron-Ion Collider (EIC), yang merupakan kolider partikel terkini. Dengan memfokuskan kepada efisiensi penggunaan ruang, struktur yang dirancang oleh Robert Desjardins dan mentornya, Jonathon Greene, akan menyimpan sekitar 80 magnet superkonduktor saat mereka berpindah dari Relativistic Heavy Ion Collider (RHIC) ke EIC.Struktur penyimpanan ini memiliki empat tingkat, berbeda dari struktur lama yang hanya memiliki tiga tingkat. Dengan peningkatan jumlah tingkat ini, proyek ini akan membantu menyimpan magnet-magnet yang akan ditarik dari RHIC—sebuah fasilitas di Brookhaven National Laboratory yang telah beroperasi lama. Desjardins dan tim menyadari pentingnya pengaturan ruang yang efisien; mereka ingin memanfaatkan ruang vertikal yang tersedia, mengingat setiap magnet dapat beratnya mencapai 12.000 kilogram (sekitar dua kali berat mobil kecil). Tim ini menjelaskan bahwa mereka membutuhkan ruang yang lebih untuk menyimpan magnet, sehingga menekankan pentingnya desain yang diperbarui untuk memenuhi kebutuhan saat ini.Meskipun desain baru ini telah dioptimalkan untuk beban yang lebih besar, penting untuk dicatat bahwa proyek ini menghadapi tantangan dalam hal keterbatasan ruang di fasilitas penyimpanan yang ada. Hal ini memerlukan pendekatan inovatif dalam merancang struktur penyimpanan yang tidak hanya efisien tetapi juga aman. Tim engineering di RIT harus beradaptasi dengan desain yang sudah ada selama beberapa dekade, yang memerlukan pemikiran kreatif untuk memastikan solusi yang layak bagi kebutuhan masa depan.
Magnet superkonduktor adalah bahan yang dapat menghantarkan listrik tanpa kehilangan energi saat berada pada suhu di bawah titik kritisnya. Hal ini menjadikan mereka sangat berharga dalam eksperimen fisika partikel, termasuk di kolider partikel seperti EIC. Dengan memanfaatkan magnet superkonduktor, para ilmuwan dapat menciptakan medan magnet yang lebih kuat dan stabil, yang akan mempercepat partikel dengan efisiensi lebih baik dibandingkan dengan magnet konvensional. Salah satu mitos yang perlu diluruskan adalah bahwa semua magnet superkonduktor beroperasi pada suhu yang sangat rendah. Beberapa jenis superkonduktor dapat berfungsi pada suhu yang relatif lebih tinggi, memudahkan dalam aplikasinya.
Bagi mahasiswa dan lulusan muda di Indonesia, perkembangan teknologi seperti ini membuka peluang untuk keterlibatan dalam penelitian dan pengembangan teknologi mutakhir di bidang fisika dan rekayasa. Dengan industri teknologi tinggi yang terus berkembang, pengetahuan tentang magnet superkonduktor dan kolider partikel bisa menjadi nilai tambah dalam mencari pekerjaan di sektor sains dan teknologi. Selain itu, akan ada kebutuhan akan keterampilan baru dalam desain dan pengembangan peralatan berat yang mendukung penelitian ilmiah, memberikan kesempatan bagi para profesional muda untuk mengeksplor dunia sains yang lebih luas.Dengan menyiapkan diri melalui pendidikan dan pelatihan yang relevan, generasi muda di Indonesia bisa berkontribusi dalam upaya penelitian internasional. Teknologi yang dihasilkan dari proyek EIC dapat memiliki implikasi jauh di masa depan bagi ilmu pengetahuan, tidak hanya di AS tetapi juga di seluruh dunia, termasuk bagaimana kita memahami struktur dasar materi dan terapan dalam berbagai disiplin ilmu. Ini menunjukkan bahwa meskipun proyek ini berlokasi di luar Indonesia, hasil dan penemuan di dalamnya dapat berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan yang lebih luas.