TLDR
BioPykrete adalah es yang diperkuat dengan nanocrystals selulosa dan protein, mencapai kekuatan yang setara dengan beton. Material ini dapat menyerap 70 kali lebih banyak energi sebelum gagal dibandingkan dengan es biasa. BioPykrete berpotensi sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dan biodegradable untuk konstruksi di daerah dingin ekstrem. Pomodo.id - Para ilmuwan baru-baru ini mengembangkan suatu jenis es yang memiliki kekuatan sepuluh kali lipat dibandingkan es biasa, yang dikenal sebagai BioPykrete. Diciptakan oleh para peneliti dari Universitas Ibrani di Yerusalem, es yang diperkuat ini setara dengan beton dalam hal kekuatan. Berbeda dengan es biasa yang cenderung pecah secara tiba-tiba, BioPykrete dapat membengkok dan patah secara bertahap, suatu sifat yang menjadikannya calon bahan bangunan yang menarik di tempat-tempat paling dingin di Bumi.Dengan menggabungkan es dengan kristal tanaman kecil yang disebut nanokristal selulosa dan protein yang dirancang khusus, para peneliti menciptakan material yang tidak hanya mampu menahan beban yang lebih besar, tetapi juga dapat menyerap hingga 70 kali lebih banyak energi sebelum mengalami kerusakan. "Kami ingin melampaui sekadar mencampur serat ke dalam es dan sebaliknya mengontrol bagaimana berbagai bahan berinteraksi pada tingkat molekuler," kata Profesor Ido Braslavsky dari Fakultas Pertanian, Makanan, dan Lingkungan Robert H. Smith di Universitas Ibrani. Hasilnya adalah peningkatan kekuatan es sekaligus menyempurnakan cara es tersebut rusak. Desain ini bukanlah sesuatu yang baru; selama Perang Dunia II, para peneliti juga bereksperimen dengan Pykrete, campuran antara es dan serat kayu yang lebih kuat dan lebih lambat meleleh daripada es biasa.Meskipun kemajuan ini sangat menjanjikan, ada tantangan yang harus dihadapi. Pada awalnya, pengembangan material seperti BioPykrete masih memerlukan investasi yang signifikan, serta penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan cara penggunaannya di kondisi ekstrem. Produknya pun mungkin belum tersedia secara luas di pasar, dan penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk memahami perilakunya lebih baik sebelum dapat diimplementasikan dalam konstruksi bangunan.Dengan keberadaan BioPykrete, ada kemungkinan bagi para insinyur di Indonesia untuk mengeksplorasi komposisi bahan bangunan baru yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Misalnya, dalam konteks perubahan iklim dan penanganan lingkungan, Indonesia yang memiliki wilayah pantai dan daerah dingin tertentu dapat memanfaatkan bahan ini untuk pembangunan infrastruktur yang lebih tahan lama dan efisien.
BioPykrete adalah jenis es yang diperkuat dan dirancang untuk memiliki kekuatan melebihi es biasa. Keberadaannya menawarkan alternatif baru untuk bahan bangunan di daerah dingin, karena lebih tahan lama dan dapat menyerap lebih banyak energi sebelum rusak. Konsep ini tidak hanya menarik bagi proyek berat, tetapi juga dapat mengubah cara kita memikirkan bahan bangunan tradisional yang digunakan saat ini.
Perkembangan ini menunjukkan potensi besar bagi generasi muda di Indonesia dalam bidang teknik dan inovasi. Mereka dapat terlibat dalam penelitian, pengembangan, dan aplikasi teknologi baru seperti BioPykrete, yang bisa menjadi bagian dari inisiatif bangunan berkelanjutan di masa depan. Keterampilan di bidang teknologi dan inovasi, seperti pemahaman tentang material baru dan cara pengolahannya, akan semakin dibutuhkan, memberi peluang untuk karier yang menjanjikan seiring berkembangnya proyek infrastruktur.