TLDR
Penelitian ini bertujuan untuk menggabungkan mikroskop elektron dengan komputer kuantum untuk meningkatkan informasi gambar. Dengan menggunakan entanglement kuantum, informasi dari setiap elektron dapat disimpan dan diekstraksi dengan lebih efisien. Ini dapat mengurangi jumlah elektron yang diperlukan untuk menghasilkan gambar, khususnya untuk sampel biologis yang sensitif. Pomodo.id - Peneliti di TU Wien, Universitas Wina, JKU Linz, dan Universitas Innsbruck di Austria telah mengembangkan sebuah mikroskop yang memanfaatkan komputer kuantum untuk mendapatkan informasi lebih mendalam dari sampel yang diteliti. Dengan memanfaatkan fenomena kuantum yang disebut keterikatan kuantum, mereka berpotensi mampu mengakses informasi yang tidak dapat diperoleh menggunakan mikroskop elektron konvensional.Mikroskop elektron adalah alat yang sangat berguna dalam berbagai bidang penelitian. Dalam proses pencitraan, mikroskop tersebut menggunakan berkas elektron — partikel terkecil dalam atom — untuk menghasilkan gambar dari objek yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan panjang gelombang cahaya. Dalam kenyataannya, mikroskop elektron memungkinkan peneliti untuk melihat detail yang sangat kecil, hingga 100.000 kali lebih kecil dari panjang gelombang cahaya. Namun, meskipun bisa menghasilkan gambar dengan kualitas tinggi, penggunaan berkas elektron dalam jumlah besar pada suatu sampel bisa menyebabkan kerusakan pada sampel tersebut. Philipp Haslinger, seorang profesor di TU Wien, menekankan bahwa meskipun teknologinya sangat canggih, tidak semua sampel dapat terlihat tanpa mengalami kerusakan akibat paparan berkas elektron yang tinggi.Dengan memasukkan teknologi komputer kuantum ke dalam proses ini, para peneliti berharap dapat mengoptimalkan penggunaan berkas elektron, sehingga mengurangi kemungkinan kerusakan pada sampel. Ini juga memungkinkan ekstraksi lebih banyak informasi dari berkas yang lebih kecil. Misalkan, penelitian dengan tingkat detail yang lebih tinggi tidak hanya akan membantu dalam bidang sains dan teknologi, tetapi juga dapat digunakan untuk pengembangan produk baru di industri, seperti alat-alat medis atau material baru yang lebih kuat.
Keterikatan kuantum adalah fenomena di mana dua atau lebih partikel terhubung dengan cara yang membuat kondisi satu partikel mempengaruhi kondisi partikel lainnya, terlepas dari jarak antara mereka. Ini berarti informasi dapat dibagikan secara instan, yang berpotensi mengubah cara kita mengumpulkan dan menganalisis data. Karena keterikatan kuantum tidak memerlukan pengiriman sinyal fisik, pemanfaatannya bisa merevolusi komunikasi dan pencitraan dalam teknologi, meminimalkan waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan informasi.
Kombinasi teknologi komputer kuantum dengan mikroskop elektronic bisa membuka peluang baru bagi karir di bidang penelitian dan teknologi, termasuk bagi para mahasiswa dan lulusan baru di Indonesia. Mereka yang memiliki keahlian dalam bidang ilmu komputer, fisika, atau teknik elektro akan semakin dicari. Indonesia, dengan bermacam potensi energi dan teknologi yang terus berkembang, dapat memanfaatkan kemajuan ini untuk memposisikan diri dalam industri teknologi tinggi di masa mendatang. Jika saat ini gaji bulanan awal di Indonesia berkisar sekitar Rp 3 juta, investasi di bidang teknologi seperti ini bisa membawa dampak signifikan pada perkembangan karir dan potensi pendapatan di masa depan, dengan kemajuan yang berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di sektor penelitian dan pengembangan.Perkembangan ini membawa harapan besar bagi masa depan industri sains dan teknologi di dunia, dan Indonesia berpeluang untuk bergabung dalam era baru inovasi ini. Meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi, kemajuan yang dikembangkan oleh para peneliti ini memberi kesempatan bagi negara-negara seperti Indonesia untuk berpartisipasi dalam pengembangan teknologi kuantum, yang bisa membentuk cara kita memahami dan berinteraksi dengan dunia digital dan fisik di depan.