TLDR
Trezor mengalami pelanggaran data yang kedua dalam waktu singkat, mengakibatkan risiko terhadap pelanggan mereka. Email phishing yang menyamar sebagai komunikasi dari Trezor telah dikirim kepada ribuan pelanggan. Trezor sedang mengevaluasi kembali hubungan dengan vendor mereka untuk meningkatkan keamanan pelanggan. Pomodo.id - Trezor kembali mengingatkan pelanggannya untuk waspada terhadap serangan phishing setelah terjadinya pelanggaran data yang melibatkan perusahaan penyedia layanan pihak ketiga yang mereka gunakan. Dalam sebuah pernyataan, Trezor mengungkapkan bahwa sebuah serangan siber pada Brevo, yang merupakan perusahaan pemasaran teknologi yang digunakan Trezor untuk mengirimkan newsletter, telah memungkinkan peretas untuk mengirimkan sekitar 347.000 email phishing kepada pelanggan Trezor. Email-email tersebut berisi tautan berbahaya yang mengklaim berasal dari Trezor, di mana jika diklik, dapat mengunduh aplikasi yang meminta kata sandi cadangan dompet (wallet backup) korban. Jika kata sandi tersebut dicuri, penyerang dapat dengan mudah mencuri aset cryptocurrency pengguna.Dalam konteks yang lebih luas, Trezor juga melaporkan bahwa 67.000 pelanggannya di AS terpengaruh oleh pelanggaran data di penyedia pengiriman ShipMonk. Informasi yang terungkap mencakup nama pelanggan, alamat email, nomor telepon, alamat pengiriman, dan nomor pesanan yang berlangsung antara November 2019 hingga Agustus 2021. Walaupun pelanggaran ini meningkatkan kekhawatiran akan keamanan data, Trezor menegaskan bahwa dompet mereka tidak terpengaruh oleh insiden tersebut.
Phishing adalah metode penipuan yang digunakan oleh peretas untuk mencuri informasi sensitif, dengan cara mengelabui korban agar mengklik tautan atau membuka lampiran dalam email yang tampaknya legit. Biasanya, phishing disertai dengan teknik manipulasi psikologis untuk membuat korban merasa terdesak atau terancam. Memahami cara kerja phishing penting untuk melindungi diri sendiri dan aset digital, terutama bagi pengguna cryptocurrency yang mungkin terkena dampaknya secara langsung.
Walaupun tindakan pencegahan telah dilakukan oleh Trezor dan mereka terus berusaha menjaga keamanan pelanggan, kecenderungan serangan phishing ini menunjukkan bahwa pengguna perlu lebih waspada dan kritis terhadap setiap komunikasi yang mereka terima. Di tengah meningkatnya penggunaan dompet perangkat keras untuk penyimpanan cryptocurrency, insiden ini seharusnya menjadi pengingat penting bagi para pengguna untuk tidak hanya bergantung pada reputasi penyedia layanan, tetapi juga untuk selalu memeriksa keaslian komunikasi.Artinya, bagi generasi muda Indonesia yang semakin terlibat dalam dunia keuangan digital dan investasi cryptocurrency, hal ini merupakan panggilan untuk lebih memahami dan mencegah potensi risiko yang ada. Dengan meningkatnya ketergantungan pada teknologi, pengetahuan tentang keamanan siber, termasuk bagaimana mengenali email phishing, menjadi keterampilan yang semakin penting. Ke depannya, menciptakan kesadaran dalam komunitas digital di Indonesia tentang keamanan data dan praktik investasi yang aman akan sangat diperlukan untuk melindungi aset digital dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 11 Sep 2026, 21.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)