TLDR
Penelitian ini mengembangkan bahan bangunan berbasis biologi untuk konstruksi di Mars. Metode baru ini menggunakan ragi dan gelatin untuk menciptakan material yang kuat dan ringan. Proyek ini menunjukkan potensi penggunaan biologi dalam rekayasa luar angkasa di masa depan. Pomodo.id - Yeast mungkin menjadi bahan yang paling penting dalam membangun rumah di Mars. Penelitian terbaru dari Hong Kong University of Science and Technology mengungkapkan bahwa teknologi 3D printing dapat digunakan untuk menciptakan bahan bangunan berbasis biologi yang cocok untuk konstruksi di planet merah ini. Penelitian ini merupakan lompatan penting dalam upaya membangun habitat di Mars yang memerlukan solusi inovatif mengingat kondisi lingkungan yang ekstrem.Salah satu tantangan terbesar dari pembangunan di Mars adalah atmosfernya yang hampir seperti vacuum, radiasi yang berbahaya, serta suhu yang sangat rendah. Selain itu, mengirim bahan konstruksi berat seperti baja atau beton dari Bumi ke Mars tidaklah ekonomis. Upaya sebelumnya mengusulkan untuk melelehkan tanah Mars menjadi batu bata, namun ini membutuhkan energi yang sangat besar—sesuatu yang tidak akan tersedia bagi para pemukim awal. Dalam penelitian ini, insinyur Jishen Qiu dan timnya memanfaatkan kondisi buruk di Mars sebagai bagian dari proses konstruksi, bukan sebagai hambatan. Dengan menginspirasi teknik dari buah beku-dikeringkan, tim menciptakan bahan yang dapat dicetak yang terdiri dari pasir yang diikat oleh lem biologis berupa gelatin dan ragi yang telah dimodifikasi.
Ragi adalah mikroorganisme yang sering digunakan dalam pembuatan makanan seperti roti dan bir. Dalam konteks penelitian ini, ragi berfungsi sebagai pengikat yang membantu menciptakan bahan bangunan. Ragi dimodifikasi untuk memiliki protein lengket yang terinspirasi dari kerang laut, sehingga memberikan kekuatan tambahan pada campuran tersebut.
Namun, meskipun inovasi ini membawa harapan besar, ada tantangan yang harus dihadapi. Proses pencetakan bahan ini hanya akan mungkin dilakukan jika lingkungan Mars dapat dimanfaatkan secara optimal. Misalnya, efek suhu rendah yang dihadapi di Mars dapat mempengaruhi sifat fisik bahan yang dicetak. Keberhasilan dalam penciptaan bahan ini juga sangat tergantung pada kemampuan untuk menjaga ragi dan agar tetap efektif dalam kondisi ekstrem yang tidak ada di Bumi.Untuk pembaca muda di Indonesia, langkah menuju pembangunan di Mars menunjukkan potensi yang dapat membuka peluang baru dalam karir dan pendidikan. Munculnya teknologi baru ini dapat menciptakan lapangan kerja yang fokus pada penelitian dan pengembangan di bidang teknik, biologi, dan material. Dengan investasi yang tepat di bidang pendidikan Sains dan Teknologi, generasi muda Indonesia bisa menjadi bagian dari upaya ini. Seiring perkembangan teknologi pencetakan 3D dan bioteknologi, mahasiswa dan profesi profesional di Indonesia dapat bersiap dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan, berkontribusi pada inovasi yang lebih besar baik di dalam maupun luar planet Bumi.Secara keseluruhan, penelitian ini menggambarkan bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi dapat berkontribusi pada penciptaan masa depan yang lebih baik, baik di Bumi maupun di luar angkasa. Dan meskipun jalan menuju penghuni Mars masih panjang, langkah-langkah yang diambil hari ini bisa membuka gerbang bagi banyak orang untuk menggapai mimpi luar angkasa.