TLDR
Tidur tersegmentasi dapat memberikan manfaat bagi individu yang tidak dapat tidur dalam satu blok waktu. Penelitian tentang tidur perlu lebih memperhatikan pola tidur dan nap daripada hanya jumlah jam tidur. Personalisasi saran tidur berdasarkan kebutuhan individu dan faktor genetik dapat membantu meningkatkan kesehatan tidur. Pomodo.id - Tidur terbagis, atau tidur yang terbagi menjadi beberapa sesi, mulai menarik perhatian sebagai solusi untuk masalah kurang tidur dalam kehidupan modern. Di banyak negara, pola tidur ini menjadi semakin umum bagi berbagai kelompok, seperti remaja, orang tua baru, dan pekerja bergiliran. Hal ini disebabkan oleh tuntutan hidup yang membuat sulit bagi banyak orang untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup dalam satu blok waktu. Menurut penelitian, orang biasanya membutuhkan antara tujuh hingga sembilan jam tidur yang berkualitas setiap malam. Namun, banyak yang hanya bisa tidur sekitar tujuh jam dalam satu malam, yang menyebabkan fenomena yang dikenal sebagai utang tidur.Riset menunjukkan bahwa segmen tidur dapat membantu memperbaiki masalah ini. Bagi banyak orang di Oman, misalnya, pola tidur ini terlihat melalui kebiasaan bangun sebelum fajar untuk berdoa, lalu kembali tidur, atau dengan mengambil tidur siang di siang hari. Segmented sleep ini tidak terbatas pada negara mayoritas Muslim dan juga mencakup individu yang tinggal di iklim panas, di mana tidur siang membantu menghindari panas siang. Tidur siang ini bervariasi dalam durasi dan frekuensi, tetapi para ilmuwan baru-baru ini mulai memperhatikan pentingnya pola tidur ini dalam penelitian mereka. Mengabaikan pola tidur yang bervariasi dapat menghasilkan temuan yang keliru, yang sering kali berpandangan negatif terhadap tidur siang.Meskipun segmen tidur menunjukkan potensi sebagai alternatif terhadap kebutuhan tidur yang tidak terpenuhi, beberapa penelitian juga memperingatkan tentang efek negatifnya. Misalnya, ada pendapat bahwa tidur siang dapat mengganggu tidur malam jika tidak dilakukan dengan bijak, atau bahwa tidak semua tidur siang memiliki manfaat yang sama. Misalnya, durasi tidur siang yang terlalu panjang atau waktu yang kurang tepat untuk tidur bisa berdampak buruk pada kualitas tidur malam. Ini menuntut individu untuk menemukan keseimbangan yang tepat dalam pola tidur mereka, yang bisa menjadi tantangan di era modern yang serba cepat.Bagi pembaca muda di Indonesia, artinya penting untuk mulai memikirkan bagaimana pola tidur bervariasi bisa diintegrasikan ke dalam rutinitas sehari-hari. Jika Anda seorang pelajar atau pekerja muda, mengetahui bahwa tidur terbagis dapat menjadi pilihan yang efektif untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan mental bisa sangat bermanfaat. Dengan pendekatan ini, Anda mungkin bisa meningkatkan performa akademik atau hasil kerja, yang semuanya berkontribusi pada perkembangan karier yang lebih baik. Selain itu, dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya tidur berkualitas, ini dapat mendorong pengembangan alat atau teknologi kesehatan yang membantu memonitor kualitas tidur, seperti perangkat wearable.
Tidur segmen adalah pola tidur yang dibagi menjadi beberapa periode dalam sehari, bukan satu blok panjang di malam hari. Ini bisa jadi solusi bagi mereka yang mengalami kesulitan tidur selama periode tertentu, seperti remaja dan pekerja bergiliran. Penting untuk dipahami bahwa tidur siang tidak selalu berdampak negatif; manfaat dari tidur siang bisa sangat bergantung pada durasi dan waktu pelaksanaannya. Banyak orang merasa lebih segar dan fokus setelah tidur siang yang singkat, dan ini dapat membantu produktivitas, khususnya dalam lingkungan belajar atau kerja yang penuh tekanan.
Dengan meningkatnya pemahaman tentang tidur terbagis, ada kemungkinan perubahan dalam perspektif masyarakat terhadap tidur di Indonesia. Individu dapat mencari cara baru untuk memenuhi kebutuhan tidurnya tanpa tekanan untuk tidur dalam satu blok waktu. Hal ini memungkinkan mereka untuk lebih fleksibel dalam mengatur waktu, yang bisa sangat berguna dalam dunia kerja atau saat mengejar pendidikan tinggi, terutama di kota-kota besar di Indonesia yang penuh dengan tuntutan waktu. Para peneliti dan praktisi kesehatan di Indonesia mungkin dapat mengeksplorasi lebih banyak penelitian tentang bagaimana pola tidur ini dapat diterapkan dalam konteks lokal, memberikan wawasan yang relevan tentang kesehatan tidur kepada masyarakat.