Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Durasi Dan Frekuensi Tidur Siang Berpengaruh Pada Risiko Kesehatan Dan Kematian

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
News Publisher
25 Apr 2026
1229 dibaca
1 menit
Durasi Dan Frekuensi Tidur Siang Berpengaruh Pada Risiko Kesehatan Dan Kematian

TLDR

Tidur siang yang panjang dapat meningkatkan risiko kematian, terutama terkait dengan masalah kesehatan.
Tidur siang yang singkat, jika dilakukan dengan benar, dapat memberikan manfaat kognitif dan meningkatkan suasana hati.
Kesehatan metabolisme dan manajemen tidur yang baik sangat penting untuk kesehatan jangka panjang.
Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa tidur siang yang panjang dan sering berhubungan dengan peningkatan risiko kematian. Studi yang melibatkan sekitar 1.300 pasien menunjukkan bahwa tidur siang lebih dari satu jam secara signifikan meningkatkan risiko kematian. Hal ini menjadi perhatian karena kebiasaan tidur siang sangat umum di berbagai budaya.Faktor utama yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian adalah gangguan kesehatan kardiovaskular, metabolik, serta adanya gangguan tidur seperti sleep apnea. Sleep apnea yang tidak diobati dapat menyebabkan berbagai masalah serius seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan gagal jantung. Sebaliknya, tidur siang singkat kurang dari satu jam tidak menunjukkan risiko kematian signifikan.Manfaat tidur siang yang benar termasuk meningkatkan kewaspadaan, mood, dan fungsi kognitif. Namun, tidur siang yang terlalu lama dapat menyebabkan disorientasi dan gangguan pola tidur malam. Oleh karena itu, seseorang disarankan untuk menyesuaikan durasi dan waktu tidur siang serta menjaga kesehatan metabolik lewat gaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.