TLDR
Proyek MAYER bertujuan untuk meningkatkan pengukuran dan akuntabilitas material nuklir di fasilitas daur ulang. Pelacakan waktu nyata dapat mengurangi biaya dan gangguan operasional di fasilitas nuklir. SHINE mengembangkan proses daur ulang bahan bakar nuklir yang diharapkan dapat mengurangi infrastruktur keamanan yang diperlukan. Pomodo.id - SHINE Technologies dan GE Vernova tengah mengembangkan sistem yang dapat melacak material nuklir secara real-time saat bahan bakar nuklir bekas bergerak melalui fasilitas daur ulang. Dengan tujuan untuk membuat proses ini lebih efisien dan mudah dikelola, proyek ini dipimpin oleh Pusat Penelitian Lanjutan GE Vernova dan didanai oleh Badan Proyek Penelitian Lanjutan Energi AS (ARPA-E) yang bernaung di bawah Departemen Energi AS. SHINE berperan sebagai subcontractor, khususnya dalam pengembangan sistem pelacakan dan penempatan sensor yang lebih baik.Sistem ini akan memungkinkan pengukuran dan akuntabilitas material nuklir yang lebih baik selama proses daur ulang. Dengan memanfaatkan teknologi ini, informasi tentang material akan diteruskan ke dalam model digital virtual dari proses daur ulang, yang dikenal sebagai sistem MAYER (Monochromatic Assays Yielding Enhanced Reliability). Sistem ini dirancang untuk memberikan gambaran kontinu tentang material yang bergerak di seluruh tahap fasilitas daur ulang, mengurangi kebutuhan untuk pemeriksaan berulang yang dapat menambah biaya dan mengganggu operasi. Sebagai perbandingan, fasilitas nuklir saat ini biasanya mengandalkan kombinasi instrumen, langkah-langkah keamanan fisik, dan pengambilan sampel manual untuk menentukan lokasi dan jumlah material nuklir, yang bisa menyita waktu dan sumber daya.
MAYER adalah proyek yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi daur ulang material nuklir dengan menyediakan pengukuran yang terus menerus dan akurat. Ini penting karena dapat mengurangi gangguan operasional yang diakibatkan oleh pemeriksaan manual yang berulang. Di banyak fasilitas saat ini, metode pengukuran yang ada bisa mahal dan memakan waktu. Sistem baru ini diharapkan dapat menjadikan proses lebih lancar dan efisien, menawarkan pendekatan yang lebih modern untuk pengelolaan manifestasi dan pelacakan material nuklir.
Pengembangan sistem seperti ini memiliki implikasi besar bagi generasi muda di Indonesia, terutama mereka yang sedang mengejar karir di bidang teknik, ilmu pengetahuan, dan teknologi energi. Dengan adopsi teknologi tinggi yang melibatkan sensor dan pelacakan digital, ada potensi untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja di sektor energi terbarukan dan teknologi nuklir. Selain itu, keterampilan dalam pengembangan dan pemeliharaan sistem semacam ini mungkin menjadi penting. Hal ini dapat meningkatkan daya saing bagi lulusan dan pekerja muda Indonesia di pasar kerja yang semakin global. Mengingat bahwa sektor energi, termasuk daur ulang nuklir, merupakan bagian penting dari solusi untuk perubahan iklim dan keberlanjutan, perkembangan ini bisa menjadikan para profesional yang terlibat sebagai pionir dalam industri yang memiliki pertumbuhan signifikan di masa depan.Karena Indonesia juga tengah mengeksplorasi sumber energi baru dan terbarukan, perkembangan dalam teknologi daur ulang nuklir bisa relevan bagi diskusi di tingkat nasional tentang keberlanjutan energi dan pengelolaan limbah nuklir. Meskipun saat ini belum ada implementasi langsung di Indonesia, teknologi seperti yang dikembangkan oleh SHINE dan GE Vernova bisa menjadi contoh dari bagaimana inovasi luar negeri dapat diadaptasi untuk kebutuhan lokal, mempersiapkan fondasi untuk industri energi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.