TLDR
Curio menerima dana $2,5 juta dari DOE untuk menguji proses daur ulang bahan bakar nuklir. Proyek ini bertujuan untuk memisahkan bahan berguna dari limbah radioaktif menggunakan teknologi NuCycle. Curio menargetkan peluncuran teknologi daur ulang pada akhir tahun 2027 dengan dukungan dari berbagai mitra industri. Pomodo.id - Curio, sebuah perusahaan energi nuklir, telah mendapatkan dana sebesar $2,5 juta dari Departemen Energi AS untuk mengembangkan teknologi daur ulang bahan bakar nuklir bekasnya yang dikenal sebagai NuCycle. Dana ini berasal dari Badan Proyek Penelitian Lanjutan Energi (ARPA-E) dan akan digabungkan dengan sekitar $1 juta dari Curio. Tujuan pendanaan ini adalah untuk mendukung pengujian di laboratorium yang bertujuan untuk memisahkan material nuklir yang berguna dari limbah radioaktif melalui dua proses penting yang dikenal sebagai volatilitas fluorinasi selektif dan elektrowinning. Proses ini akan dilakukan di Pacific Northwest National Laboratory (PNNL) dan Savannah River National Laboratory (SRNL), yang merupakan fasilitas penelitian terkemuka di Amerika Serikat.Proses volatilitas fluorinasi akan digunakan di PNNL untuk memisahkan uranium dari material radioaktif lainnya. Sementara itu, di SRNL, peneliti akan mengembangkan peralatan elektrowinning yang memanfaatkan suhu tinggi dan listrik untuk mengekstrak elemen transuranik dari garam cair. Pendekatan ini dirancang untuk memulihkan material dari bahan bakar nuklir bekas yang masih memiliki nilai energi. Curio menargetkan untuk membangun fasilitas laboratorium dan demonstrasi yang dapat memproses hingga 4.000 metrik ton bahan bakar nuklir bekas.
NuCycle adalah teknologi yang dikembangkan oleh Curio untuk mendaur ulang bahan bakar nuklir bekas. Teknologi ini bertujuan untuk mengurangi volume limbah radioaktif sambil memulihkan material strategis untuk digunakan kembali. Dengan fokus pada pemisahan elemen yang masih dapat digunakan dari limbah, teknologi ini menawarkan solusi berkelanjutan bagi masalah limbah nuklir, yang sering kali dianggap sebagai jumlah yang tidak berharga. Saat ini, banyak proses pengolahan bahan bakar nuklir bekas hanya menganggapnya sebagai limbah, tetapi dengan Inisiatif NuCycle, pendekatan ini dapat berbalik untuk memanfaatkan bahan bakar bekas tersebut sebagai sumber daya.
Meskipun Curio mengklaim bahwa teknologi ini bisa menjadi langkah maju dalam pengelolaan limbah nuklir, masih ada tantangan keterbatasan dan regulasi yang harus dihadapi. Misalnya, banyak metode pemrosesan limbah radioaktif yang memerlukan tingkat keamanan dan regulasi yang tinggi. Proyek daur ulang semacam ini memerlukan pengawasan ketat dari lembaga- lembaga terkait, seperti Komisi Regulasi Nuklir AS, untuk memastikan bahwa proses ini aman dan tidak menimbulkan risiko bagi lingkungan sekitar.Pengembangan ini dapat menghasilkan dampak positif dalam jangka panjang, tidak hanya bagi industri energi nuklir di Amerika Serikat tetapi juga di skala global. Peningkatan kapasitas daur ulang limbah nuklir dapat mengarah pada pengurangan dampak lingkungan dari limbah nuklir yang ada dan mendukung pengembangan energi yang lebih berkelanjutan. Jika ini berhasil, Curio mungkin menjadi pelopor dalam bidang daur ulang bahan bakar nuklir, membuka peluang bagi perusahaan lain untuk mengikuti jejak mereka, dan pada gilirannya, berkontribusi pada transisi energi bersih di seluruh dunia.