TLDR
Latihan Lanternfish menunjukkan kemampuan sensori akustik dalam mendeteksi berbagai jenis kendaraan bawah air. Sistem ThayerMahan dapat beroperasi dengan cepat dan tanpa mengganggu operasi pelabuhan normal. Deteksi dan pelacakan kendaraan bawah air semakin sulit dengan meningkatnya kompleksitas dan ketersediaan UUV. Pomodo.id - Latihan yang melibatkan teknologi terbaru dalam deteksi kendaraan bawah laut telah berlangsung, memberikan demonstrasi penting tentang bagaimana sensor akustik terdistribusi dapat meningkatkan keamanan maritim. Latihan tersebut melibatkan sejumlah anggota Angkatan Laut AS, Inggris, dan Australia, serta industri teknologi terbaru dalam pengembangan deteksi kendaraan tak berawak bawah laut (UUV). Sistem dari ThayerMahan, yaitu ShorePicket dan Outpost, mampu mendeteksi, mengklasifikasikan, dan melacak semua kelas UUV yang digunakan selama latihan ini, mulai dari kendaraan kecil berdiameter sekitar enam inci hingga UUV berukuran ekstra besar (XLUUV).Sistem ini menggunakan array akustik pasif untuk mendengarkan keberadaan objek bawah laut tanpa bergantung pada target untuk mengumumkan keberadaannya. Dalam latar belakang di mana gelombang radio tidak dapat merambat dengan baik di bawah air, teknologi akustik menjadi alat yang sangat penting untuk menemukan UUV. Dengan lebih dari 50 teknologi yang diuji dari 26 mitra industri, kegiatan ini merupakan langkah maju untuk memperkuat interoperabilitas di bawah pilar kedua AUKUS, sebuah perjanjian pertahanan antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat.
Tekanan Pendengaran Akustik
Tekanan pendengaran akustik merupakan teknologi yang memungkinkan pengguna untuk mendengarkan suara di bawah permukaan air tanpa memancarkan sinyal. Hal ini dilakukan dengan mendeteksi gelombang suara yang dihasilkan oleh objek-objek di dalam air. Dengan menggunakan sistem ini, berbagai kapal dan pesawat dapat secara efektif memantau aktivitas di bawah air, sesuatu yang sangat penting untuk melindungi infrastruktur maritim. Perusahaan seperti Ultra Maritime memperkenalkan sistem sonar dual yaitu Sea Spear dan SSQ-125B yang mampu bekerja sama dalam mendeteksi dan melacak UUV secara akurat. Konsep yang sering disalahartikan adalah bahwa semua teknologi deteksi membutuhkan sinyal aktif; kenyataannya, dengan sistem pasif, kita bisa melacak tanpa memberi tahu tanda kehadiran.
Meskipun latihan ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam deteksi kendaraan bawah laut, kekhawatiran tetap ada tentang efisiensi dan efektivitas teknologi dalam berbagai kondisi lingkungan. Meskipun ThayerMahan melaporkan keberhasilan sistem mereka, penting untuk diingat bahwa hasil tersebut berbasis dalam konteks latihan dan tidak serta-merta menjamin kinerja yang sama dalam situasi nyata di lapangan. Ketersediaan perangkat dan kebijakan pemerintah dalam mengadopsi teknologi baru ini juga bisa menjadi penghalang.Perkembangan ini bisa berarti peluang besar bagi generasi muda Indonesia, terutama bagi mereka yang berkarir di sektor teknologi dan pertahanan. Dengan meningkatnya fokus pada keamanan maritim, keterampilan dalam teknologi sonar, dan pemahaman tentang UUV akan menjadi sangat penting. Hal ini menciptakan potensi peluang kerja di industri pertahanan dan teknologi, yang semakin diinginkan seiring dengan pertumbuhan sektor ini di Indonesia dan negara-negara lain.Dalam surat kabar 'Science and Technology Daily', terungkap potensi di balik teknologi ini, di mana deteksi yang efektif terhadap UUV juga berarti meningkatkan keamanan infrastruktur bawah laut yang sangat penting, terutama di wilayah dengan risiko tinggi akan gangguan. Investasi dalam teknologi seperti ini di Indonesia dapat membawa dunia yang lebih aman dan lebih maju, berbekal inovasi dan keterampilan anak muda di bidang teknologi.Penting untuk dicatat, meskipun latihan semacam ini terjadi di luar negeri, dampaknya terasa tidak hanya untuk keamanan di negara-negara barat, tetapi juga dapat menjadi model bagi Indonesia dalam memperkuat sistem pertahanan maritim mereka. Seiring dengan tren global menuju adopsi teknologi canggih, peranan serta keterampilan individu akan memiliki dampak signifikan pada masa depan ekonomi dan keamanan nasional.