TLDR
Penemuan wadah anggur kuno di kuburan Shanjiabao memberikan wawasan tentang teknik pembuatan dan penggunaan minuman di zaman Qin. Penggalian ini membantu merekonstruksi teknologi pembuatan minuman kuno di Tiongkok. Temuan tersebut menunjukkan pentingnya sereal, seperti millet, dalam budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat Qin. Pomodo.id - Penemuan minuman fermentasi berbasis millet dalam jumlah 3,7 liter di sebuah kuburan di dekat Tembok Besar Qin di China memberikan wawasan baru mengenai teknik pembuatan bir kuno yang digunakan oleh masyarakat Qin. Temuan ini penting untuk memahami bagaimana budaya dan tradisi minuman fermentasi telah berkembang selama ribuan tahun dan canap tersebut menunjukan avanzada penggunaan bahan-bahan lokal dalam proses produksi mereka. Temuan ini terjadi di kuburan Shanjiabao, yang terletak sekitar 2 kilometer dari Tembok Besar Qin yang dibangun pada masa Perang Negara (245-221 SM).Dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Journal of Archaeological Science, sebuah wadah anggur perunggu yang terawat dengan baik ditemukan di dalam kuburan. Wadah tersebut tetap tersegel dengan baik, menunjukkan keawetan yang luar biasa meskipun telah berusia lebih dari 2.300 tahun. Peneliti Chen Ruru, seorang kandidat doktor dari Universitas Barat Laut, mencatat bahwa penemuan ini bisa membantu menjelaskan pemanfaatan biji-bijian dan teknik pembuatan bir oleh masyarakat Qin, serta memperdalam pemahaman kita tentang teknologi pembuatan bir di Cina kuno.Namun, ada beberapa batasan dalam penelitian ini. Meskipun wadah anggur tersebut memberikan gambaran tentang teknik pembuatan bir kuno, belum ada pemahaman yang mendalam mengenai spesifikasinya, termasuk rasa dan metode produksi yang tepat. Selain itu, penggunaan biji-bijian dalam pembuatan bir tidak sepenuhnya unik bagi masyarakat Qin, sehingga menjadikan sulit untuk merumuskan apakah teknik ini merupakan kekhasan budaya mereka atau telah diwariskan dari komunitas lain di wilayah sekitarnya.Penemuan ini menyiratkan bahwa tradisi pembuatan bir di Cina telah berakar jauh dalam sejarah, dan terus berlanjut hingga saat ini. Dengan minuman fermentasi yang masih populer di berbagai budaya di seluruh dunia, termasuk Indonesia, temuan ini bisa menginspirasi minat lebih lanjut dalam eksplorasi produk-produk lokal dengan menggabungkan teknik-teknik kuno. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap lebih banyak lagi informasi terkait tradisi ini, yang memiliki potensi untuk menggugah minat masyarakat modern akan sejarah budaya mereka.
Tembok Besar Qin adalah salah satu struktur paling ikonik di China, dibangun pada masa Dinasti Qin selama periode perang dan merupakan salah satu yang terkenal dari banyak tembok yang dibangun untuk melindungi negara. Penemuan di dekat struktur ini menegaskan pentingnya warisan sejarah yang berkaitan dengan industri makanan dan minuman di wilayah tersebut.
Dengan penemuan ini, kita dapat memahami hubungan antara masyarakat kuno dan inovasi mereka dalam penggunaan bahan fermentasi, di tengah tantangan modrenisasi. Hal ini tidak hanya relevan bagi sejarah kuliner China, tetapi juga menjadi pengingat akan bagaimana tradisi pembuatan minuman telah berkontribusi pada budaya dan identitas masyarakat, termasuk potensi similaritas di Indonesia yang memiliki tradisi pembuatan minuman fermentasi mereka sendiri.