TLDR
Humpback whale menggunakan strategi berburu kooperatif di dasar laut untuk menangkap ikan pasir. Penelitian menunjukkan kompleksitas perilaku berburu humpback whale yang lebih dari yang diperkirakan sebelumnya. Ada kemungkinan bahwa kelompok ikan humpback yang sama yang berburu di permukaan juga bekerja sama di dasar laut. Pomodo.id - Paus humpback (Megaptera novaeangliae) menunjukkan taktik berburu yang cerdas dan kolaboratif. Dalam studi terbaru, para peneliti mendokumentasikan bagaimana paus-paus ini bekerja sama di dasar laut menggunakan teknik baru. Dalam kelompok berburu yang terdiri dari dua hingga empat paus, mereka bergerak ke tempat yang sama di dasar samudera, berputar ke sisi masing-masing, dan membuka mulut hampir secara bersamaan untuk menangkap ikan kecil yang dikenal sebagai sand lance. Ikan ini biasanya terkubur atau berkumpul di dasar laut yang berpasir saat malam hari.Penelitian ini, yang dipublikasikan pada 2 Juli di jurnal Behavioral Ecology and Sociobiology, memberikan wawasan baru mengenai kompleksitas perilaku memberi makan paus humpback. Sebelumnya, pause ini sudah dikenal karena cara mereka berburu ikan dari permukaan laut dan teknik berburu lain, tetapi penemuan ini menunjukkan adanya strategi yang lebih rumit dan terkoordinasi di area yang lebih dalam.Selama bertahun-tahun, paus humpback telah diamati mengonsumsi sand lance di perairan pantai Massachusetts, termasuk area cagar alam laut Stellwagen Bank. Pada tahun 2014, penelitian menemukan bahwa paus ini mempergunakan panggilan "double pulse" untuk berkomunikasi satu sama lain saat sedang berburu di dasar laut, terutama pada malam hari. Kendati demikian, pengamatan ini terbatas pada perilaku berburu di permukaan. Penemuan baru ini mengungkapkan bahwa paus tidak hanya bergantung pada teknik berburu yang terlihat, tetapi juga memiliki metode yang lebih canggih ketika mencari makanan di kedalaman laut.
Paus humpback adalah mamalia laut besar yang terkenal akan lagu kompleks dan perilaku akrobatiknya. Mereka ditemukan di seluruh samudera dunia dan dikenal sebagai predator puncak, yang artinya mereka berfungsi sebagai kontrol populasi untuk hewan lain di ekosistem mereka. Meskipun istilah "paus" seringkali diasosiasikan dengan makhluk besar yang tenang, paus humpback secara aktif berburu dan memiliki struktur sosial yang kompleks.
Teknik baru ini menunjukkan bahwa paus humpback memiliki lebih banyak kemampuan beradaptasi dan strategi saat berburu daripada yang sebelumnya diperkirakan. Hal ini membuat para peneliti, seperti Luke Rendell dari Universitas St Andrews di Skotlandia, bersemangat, karena mereka melihat adanya kerumitan dalam cara paus menafkahi diri mereka. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami detail tentang bagaimana komunikasi dan kerja tim ini memengaruhi efisiensi berburu paus.Dalam konteks konservasi, pemahaman lebih mendalam tentang teknik berburu paus humpback ini dapat memberikan informasi penting bagi upaya perlindungan spesies yang saat ini terancam di banyak belahan dunia. Paus-paus ini, seperti banyak mamalia laut lainnya, menghadapi tantangan akibat perubahan iklim dan pengaruh manusia. Mengingat peran paus dalam ekosistem laut, menjaga dan memahami perilaku mereka menjadi semakin penting.Melihat kemungkinan untuk Indonesia sendiri, yang merupakan negara kepulauan dengan banyak biota laut, pemahaman dan penelitian tentang perilaku mamalia laut seperti paus humpback dapat membantu dalam upaya konservasi serta pengelolaan sumber daya laut yang lebih baik, sehingga meningkatkan kesehatan ekosistem laut lokal.