TLDR
QC Ware menunjukkan bagaimana komputasi klasik dan kuantum dapat digabungkan dalam satu alur kerja. Platform Promethium memungkinkan perhitungan kimia kuantum yang lebih cepat dengan memanfaatkan GPU. Demonstrasi ini tidak membuktikan kecepatan pemrosesan kuantum yang lebih baik, tetapi menunjukkan integrasi kuantum dalam workflow yang ada. Pomodo.id - QC Ware, sebuah perusahaan perangkat lunak komputasi kuantum yang berbasis di California, telah berhasil menggabungkan komputasi konvensional dengan prosesor kuantum untuk menyelesaikan perhitungan kimia molekuler yang kompleks. Dalam demonstrasinya, perusahaan ini menggunakan platform Promethium bersama dengan prosesor kuantum superkonduktor IBM yang memiliki 156 qubit, menunjukkan bagaimana kedua pendekatan ini dapat bekerja sama dalam satu alur kerja yang terintegrasi. Hasil demonstrasi ini mencakup perhitungan energi interaksi elektrostatik dari nitrat oksida reduktase, yang merupakan sistem metaloenzim yang secara kimiawi sangat kompleks.Perhitungan energi interaksi elektrostatik adalah sifat molekuler penting yang dapat membantu peneliti memahami interaksi antara molekul, dengan aplikasi yang signifikan dalam penemuan obat, katalisis, dan ilmu bahan. QC Ware menggarisbawahi bahwa demonstrasi ini menunjukkan bagaimana perangkat keras kuantum dapat ditambahkan ke alur kerja kimia komputasi yang sudah ada, tanpa menggantikan sepenuhnya komputasi konvensional. Meskipun begitu, perusahaan juga menekankan bahwa kemampuan demonstrasi ini belum sepenuhnya terintegrasi dalam produk Promethium yang tersedia saat ini.Sistem nitrat oksida reduktase dipilih karena strukturnya yang kompleks dan mengandung logam, menjadikannya kasus uji yang baik untuk metode komputasi maju. Alih-alih menyerahkan seluruh perhitungan kepada prosesor kuantum, QC Ware membagi alur kerja antara sistem konvensional dan kuantum, memungkinkan pemanfaatan kekuatan masing-masing teknologi untuk mendapatkan hasil yang lebih efisien dan akurat.
Prosesor kuantum adalah perangkat komputasi mutakhir yang memanfaatkan prinsip mekanika kuantum untuk menjalankan perhitungan dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan metode konvensional. Pentingnya prosesor kuantum terletak pada kemampuannya untuk melakukan perhitungan yang sulit, yang mungkin tidak dapat ditangani oleh komputer klasik dalam waktu yang wajar. Meskipun masih dalam tahap perkembangan, prosesor kuantum memiliki potensi untuk merevolusi banyak bidang, termasuk pengembangan obat dan pemodelan bahan baru.
Meskipun demonstrasi ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam bidang komputasi molekuler, ada tantangan yang harus dihadapi sebelum metode ini dapat diimplementasikan secara luas. Salah satunya adalah keterbatasan integrasi saat ini, di mana penggunaannya masih belum sepenuhnya terinternalisasi dalam proses komputasi yang ada. Ini berarti bahwa meskipun ada kemajuan, perusahaan masih perlu mengatasi masalah integrasi dan optimalisasi untuk mencapai efisiensi yang lebih tinggi di masa depan.Penggabungan komputasi kuantum dengan teknik konvensional seperti yang dilakukan QC Ware berpotensi menciptakan paradigma baru dalam cara ilmuwan memahami dan merancang interaksi molekul. Dengan alat yang lebih baik dan lebih cepat, peneliti dapat mengeksplorasi komposisi baru dan menjalankan simulasi yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Ke depannya, implementasi luas dari teknologi ini dapat memberikan dampak yang besar dalam berbagai industri, termasuk farmasi dan bahan baru, yang akan mempercepat tempo inovasi dalam penelitian dan pengembangan.