TLDR
HII melakukan investasi besar dalam otomatisasi untuk meningkatkan produksi kapal perang. Kolaborasi dengan Path Robotics dan GrayMatter Robotics bertujuan untuk mengembangkan sistem manufaktur otonom. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi dalam industri kapal perang AS. Pomodo.id - Huntington Ingalls Industries (HII), sebagai pencipta kapal perang terbesar di Amerika Serikat, mengumumkan investasi besar senilai hingga $900 juta atau sekitar Rp13,5 triliun untuk mengembangkan teknologi robotik yang didukung AI dalam proses produksi kapal perang. Investasi ini merupakan bagian dari perjanjian jangka panjang yang ditandatangani dengan Path Robotics dan GrayMatter Robotics untuk menciptakan sistem manufaktur otonom yang mampu menjalankan tugas-tugas yang membutuhkan banyak tenaga kerja dalam pembuatan kapal. Fokus dari kerjasama ini adalah menciptakan sistem robotik yang dapat beradaptasi dengan kompleksitas dan variasi dalam pembangunan kapal angkatan laut, di mana setiap proyek memiliki karakteristik yang berbeda.Pembangunan kapal perang memiliki tantangan teknik yang lebih besar dibandingkan dengan produksi mobil, di mana robot sering melakukan tugas yang seragam di jalur produksi standar. Dalam industri kapal, struktur besar dari baja memiliki variasi dalam ukuran, bentuk, dan urutan perakitan, yang memerlukan berbagai proses seperti pengelasan, penggilingan, pengecatan, dan perakitan struktural. Melalui inisiatif ini, HII bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi yang mencakup AI fisik, robotika, sensor, dan visi mesin, serta pengambilan keputusan secara otonom, agar mesin dapat melaksanakan tugas-tugas yang kompleks ini sambil beradaptasi dengan kondisi produksi yang berubah.Dalam konteks ini, HII juga mengadopsi teknologi pengelasan cerdas yang dikembangkan bersama Hyundai Heavy Industries (HHI) dari Korea Selatan. Program pilot ini bertujuan untuk membawa sistem pengelasan mekanik yang cerdas ke galangan kapal Ingalls di Mississippi. Teknologi ini berbeda dari sistem mekanis konvensional karena dapat mengidentifikasi benda kerja secara otomatis dan menyesuaikan posisi pengelasan secara real-time. Selain itu, sistem ini dapat merekam data produksi yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengendalian kualitas dan pelacakan proses. Brian Blanchette, presiden Ingalls Shipbuilding, menyatakan bahwa galangan telah memastikan bahwa peralatan ini memenuhi standar fabrikasi angkatan laut AS yang ada.Meskipun investasi besar ini menunjukkan tekad HII untuk modernisasi dalam pembangunan kapal, tetap ada tantangan yang dihadapi industri. Robotika dan sistem otomatis masih bergantung pada tenaga kerja manual dalam banyak operasi pengelasan yang kompleks. Ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi dapat mempermudah beberapa aspek, masih dibutuhkan keterampilan manusia yang tinggi untuk menangani produksi kapal.Dari perspektif masa depan, perkembangan ini dapat mempercepat adopsi teknologi dalam industri galangan kapal, yang mengarah pada peningkatan efisiensi produksi. Namun, ketergantungan pada tenaga kerja terampil tetap menjadi faktor penting yang harus diperhatikan oleh HII dan industri galangan kapal lainnya, termasuk dalam memperhitungkan dampak potensi pengangguran yang mungkin terjadi jika robot menggantikan lebih banyak pekerjaan manusia.
Teknologi AI dalam Pembangunan Kapal
Teknologi AI (Kecerdasan Buatan) dalam pembangunan kapal mencakup sistem dan alat yang menggunakan pembelajaran mesin untuk meningkatkan efisiensi produksi dan adaptasi manufaktur. Pentingnya teknologi ini terletak pada kemampuannya untuk merespons perubahan dalam kondisi produksi dan untuk menangani variasi yang kompleks dari proyek yang satu ke proyek lainnya. Memahami bahwa AI bukan hanya alat untuk menggantikan pekerjaan manusia tetapi juga sebagai peningkatan kapabilitas produksi, penting untuk menyadari bahwa kolaborasi antara manusia dan teknologi adalah kunci untuk keberhasilan industri.Secara keseluruhan, investasi HII dalam pengembangan robot AI menandakan langkah signifikan menuju industri galangan kapal yang lebih efisien dan modern di Amerika Serikat. Inisiatif ini berpotensi memberikan dampak yang lebih luas seiring dengan pertumbuhan tantangan dalam pemenuhan kebutuhan angkatan laut tanpa mengabaikan pentingnya keterampilan manusia dalam proses tersebut.