TLDR
Kontrak dengan Gecko Robotics bertujuan untuk meningkatkan kesiapan armada Navy AS. Penggunaan robotika dan AI dapat mengurangi waktu dan biaya pemeliharaan kapal. Kemitraan ini mencerminkan dorongan angkatan laut untuk memodernisasi infrastruktur pertahanan yang sudah tua. Angkatan Laut AS memberikan kontrak lima tahun hingga 71 juta dolar AS kepada Gecko Robotics untuk mengimplementasikan robotik dan AI dalam mempercepat pemeliharaan kapal. Kontrak ini dimulai dengan 18 kapal di Armada Pasifik dengan nilai awal 54 juta dolar AS, dan dapat digunakan oleh seluruh layanan militer.Sistem Gecko menggunakan robot pemanjat dinding, drone, dan sensor tetap untuk mengumpulkan data struktural kapal yang sulit diakses manusia. AI perusahaan kemudian memproses data tersebut untuk mendeteksi cacat tersembunyi dan memungkinkan pendekatan perawatan prediktif serta inspeksi hingga 50 kali lebih cepat dari metode manual.Pendekatan ini sangat penting untuk mencapai target kesiapan armada 80 persen pada tahun 2027 dengan mengurangi waktu kapal dalam perawatan. Selain mengurangi risiko operasional, teknologi ini diharapkan menekan biaya pemeliharaan jangka panjang dan dapat diadopsi secara luas di industri lain.