Angkatan Laut AS Gunakan Otomatisasi Canggih untuk Percepat Produksi Kapal Selam
Teknologi
Robotika
21 Mar 2026
72 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Proyek Hadrian bertujuan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja terampil melalui otomatisasi.
Otomatisasi di pabrik diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hingga lima hingga sepuluh kali lipat.
Sistem Opus adalah kunci dalam pengelolaan otomatisasi dan efisiensi produksi.
Angkatan Laut Amerika Serikat menginvestasikan 900 juta dolar dalam proyek Hadrian untuk membangun pabrik otomatis yang dapat memproduksi kapal selam dengan sedikit intervensi manusia. Proyek ini muncul karena kekurangan tenaga kerja dengan keahlian khusus yang kritis untuk produksi kapal selam tingkat tinggi.
Pabrik Hadrian menggunakan AI dan robot untuk menangani hingga 80% proses produksi, sementara manusia berperan sebagai pengawas dan pelatih robot. Sistem operasi bernama Opus akan mengatur produksi secara terus-menerus dan fleksibel tanpa perlu perekrutan tenaga kerja tambahan secara masif.
Implementasi otomatisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi kapal selam menjadi dua kapal serang dan satu kapal nuklir setiap tahun, mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja, serta mempercepat pelatihan para pekerja baru dalam waktu 30-40 hari.
Analisis Ahli
Vice Admiral Robert Gaucher
Mengidentifikasi masalah kekurangan tenaga kerja dan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan produktivitas melalui inovasi otomatisasi.Chris Power
Menekankan bahwa otomatisasi bukan untuk menggantikan pekerjaan manusia, tetapi untuk memungkinkan manusia mengelola banyak robot dan meningkatkan efisiensi pabrik.
