TLDR
Perusahaan perlu membangun data dan governance yang terhubung sebelum menerapkan AI untuk hasil yang lebih baik. Pacesetters mengoptimalkan data secara digital dan menghadapi masalah data lebih cepat daripada perusahaan lain. Kesiapan AI memerlukan budaya pembelajaran berkelanjutan dan dukungan karyawan untuk mengadopsi teknologi baru. Pomodo.id - Strategi dalam membangun fondasi data yang kuat merupakan kunci untuk mencapai kesuksesan dalam transformasi kecerdasan buatan (AI) perusahaan. Dalam banyak kasus, meskipun investasi di dalam AI meningkat, kemampuan dasar yang diperlukan untuk mendukungnya tidak berkembang dengan cukup cepat, yang mengakibatkan hasil yang tidak memadai. Survey global menunjukkan bahwa pengeluaran untuk AI meloncat hingga 110%, namun sistem dan data yang terfragmentasi menciptakan kendala yang signifikan dalam penerapan AI yang efektif di berbagai organisasi.Sebagai contoh, lebih dari 70% pegawai di sejumlah organisasi menyatakan bahwa mereka tidak siap untuk mengadopsi AI. Kurangnya infrastruktur yang terhubung dan tata kelola yang baik sering kali menggagalkan potensi penggunaan AI. Dalam survei, hanya 22% manajer menengah yang terlibat aktif dalam transformasi berbasis AI, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan 49% eksekutif senior. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi di semua tingkat manajerial sangat penting agar usaha AI dapat berfungsi dengan baik, mengingat manajer menengah merasa terjebak dalam kecanggihan teknologi yang harus mereka kelola.
Fondasi data merujuk pada sistem dan struktur yang dibutuhkan untuk mengelola dan memanfaatkan data secara efektif. Fondasi yang kuat menjadi sangat penting ketika menerapkan AI, karena data yang terintegrasi mendukung pemrosesan informasi yang lebih baik, mengurangi risiko kesalahan dan meningkatkan keandalan hasil. Jika tidak tersedia, penggunaan AI dapat menyebabkan hasil yang tidak dapat diandalkan.
Namun, tantangan tersebut tidak hanya terletak pada masalah teknis. Banyak eksekutif di perusahaan berpegang pada paradigma lama dalam penerapan teknologi, menyebabkan terhambatnya proses pembaruan data yang mendukung keberhasilan penggunaan AI. Jika data yang mendasarinya tidak terorganisir dengan baik, proses adopsi AI akan mandek bukan karena kegagalan teknologinya, tetapi karena data yang tidak memadai. Hal ini menjadi semakin penting ketika kita menyaksikan keberhasilan petinggi yang membangun data yang terhubung dan tata kelola sebelum melakukan penerapan teknologi baru, dibandingkan dengan mereka yang melakukannya setelahnya.Ke depan, semakin penting bagi perusahaan di Indonesia untuk menerapkan strategi yang terencana dalam membangun fondasi data. Seiring dengan pertumbuhan AI yang pesat, perusahaan yang mampu menciptakan infrastruktur data yang solid akan lebih siap untuk beradaptasi dan bersaing dalam era digital. Di Indonesia, di mana AI masih berkembang, keberhasilan dalam transformasi ini dapat membantu perusahaan untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di pasar yang semakin kompetitif. Penelitian menunjukkan bahwa investasi yang dijalankan dengan baik di sektor AI bisa berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, asalkan pengelolaan fondasi data menjadi prioritas pada setiap tahap transformasi.