TLDR
Bitcoin menunjukkan ketahanan meskipun ada tekanan makroekonomi dan insiden keamanan. Volatilitas di pasar diperkirakan akan berlanjut seiring dengan ketidakpastian terkait kebijakan suku bunga. Risiko terkait penyimpanan mandiri terus menjadi perhatian bagi investor setelah insiden Coldcard. Pomodo.id - Bitcoin menunjukkan ketahanan yang signifikan di tengah tekanan dari kebijakan suku bunga dan insiden keamanan terbaru. Menjelang akhir bulan Juli 2026, Bitcoin diperdagangkan pada sekitar $62,890.61, setelah sempat menurun di bawah $63,000 pada hari Jumat lalu dengan penurunan sekitar 3% dalam sehari. Namun, jika dilihat dari keseluruhan performanya bulan ini, Bitcoin masih menunjukkan kenaikan sekitar 7.5%—sebuah indikator positif di tengah tantangan yang dihadapi pasar.Selama beberapa minggu terakhir, ekspektasi meningkat bahwa Bank Sentral AS, Federal Reserve (Fed), mungkin akan menaikkan suku bunga, disertai dengan peningkatan imbal hasil obligasi dan penurunan tajam pada sektor teknologi yang terkait dengan kecerdasan buatan. Selain itu, baru-baru ini terjadi insiden keamanan besar yang melibatkan Coldcard, salah satu dompet perangkat keras Bitcoin yang paling terkenal. Terlepas dari berbagai tantangan ini, Bitcoin berhasil menghindari penurunan yang lebih dalam dan berhasil mengkonsolidasikan nilai di atas angka terendah pasar bear-nya, meskipun minat terhadap risiko mulai mendingin di sektor lain.Sebagian dari ketahanan ini dapat dijelaskan melalui posisi pasar saat ini. Para analis dari Bitfinex menunjukkan bahwa dalam pertemuan Fed, posisi crypto jauh lebih sedikit daripada yang dialami oleh saham. Ketika penjualan besar terjadi di akhir Juni 2026, Bitcoin sempat jatuh di bawah $58,000, yang menyebabkan likuidasi besar-besaran di pasar derivatif. Sejak saat itu, rata-rata likuidasi harian tetap berada jauh di bawah rentang tipikal tahun ini yang berkisar antara $400 juta hingga $500 juta, menunjukkan bahwa meskipun terjadi guncangan makro, tidak ada penjualan terpaksa yang signifikan.
Bitcoin adalah cryptocurrency terbesar dan pertama yang diciptakan pada tahun 2009. Sebagai mata uang digital terdesentralisasi, Bitcoin memungkinkan transaksi peer-to-peer tanpa perantara. Hal ini menjadikannya sebagai alternatif untuk bentuk uang tradisional, yang juga dianggap sebagai "emas digital" karena sifatnya yang tetap langka dan nilainya yang cenderung meningkat seiring waktu. Banyak orang masih salah kaprah mengira bahwa Bitcoin sepenuhnya aman dan bebas dari risiko, padahal seperti semua investasi, Bitcoin juga memiliki volatilitas dan potensi untuk mengalami penurunan nilai.Di saat yang sama, keputusan Fed untuk mempertahankan suku bunga antara 3.5% hingga 3.75% menambah lapisan ketidakpastian di pasar. Beberapa analis memperingatkan bahwa keputusan ini mungkin menjadi hasil yang paling tidak menguntungkan bagi aset digital, mencerminkan kekhawatiran bahwa Fed tidak akan mentolerir inflasi di atas target meskipun pengaruhnya pada pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks ini, Bitcoin diperdagangkan dengan tenang di sekitar $63,913.58, menunjukkan bahwa pasar mulai beradaptasi dengan situasi yang ada.Kedepannya, tantangan bagi Bitcoin mungkin masih ada, terutama saat Fed mengadakan pertemuan bulan September mendatang untuk membahas kemungkinan kebijakan yang lebih ketat. Beberapa analis mencatat bahwa ujian nyata untuk Bitcoin masih di depan dan bergantung pada perkembangan pasar lainnya. Jika Bitcoin dapat mengambil momentum dan melampaui angka $67,300, maka kita mungkin melihat lonjakan harga yang lebih tinggi dalam beberapa waktu ke depan.Secara keseluruhan, meskipun ada tekanan besar dari suku bunga yang meningkat dan tantangan keamanan baru-baru ini, Bitcoin terus menunjukkan ketahanan di pasar dan mungkin akan terus berperan penting dalam lanskap investasi digital global, termasuk di Indonesia yang semakin menunjukkan minat terhadap aset digital.