TLDR
Penemuan DNA cacar kuno memberikan wawasan tentang penyebaran penyakit di Amerika. Cacar diperkenalkan ke Amerika oleh penjajah Eropa, menyebabkan dampak besar pada populasi asli. Penyelidikan genetik menunjukkan evolusi virus cacar yang signifikan dari waktu ke waktu. Pomodo.id - Bukti genetik yang baru ditemukan memberikan wawasan penting tentang kedatangan virus smallpox di Amerika dari Eropa lebih dari 400 tahun yang lalu. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Science pada 30 Juli menunjukkan bahwa DNA virus smallpox yang ditemukan dalam sisa-sisa mumi dua orang yang hidup di tepi Kekaisaran Inca mengkonfirmasi sejarah awal virus ini, yang telah menyebabkan kematian jutaan orang setelah diperkenalkan di Benua Amerika. Virus ini, yang dikenal sebagai Orthopoxvirus variola, memberikan bukti bahwa smallpox merupakan salah satu penyakit paling melemahkan sepanjang sejarah umat manusia.Sebagai salah satu penyakit paling mematikan yang pernah ada, smallpox diperkirakan telah membunuh sekitar 300 juta orang hanya pada abad ke-20. Pencatatan sejarah menyatakan bahwa kedatangan virus ini ke Amerika berdampak sangat besar, menyebabkan kepunahan yang mampu menghancurkan populasi penduduk asli. Meskipun demikian, mempelajari sejarah virus ini tidaklah mudah karena kurangnya bukti arkeologis. Hanya ada dua contoh DNA smallpox yang ditemukan sebelum abad ke-20, yang menunjukkan tantangan yang dihadapi para ilmuwan dalam melacak virus ini.
Virus ini adalah patogen penyebab smallpox yang dikenal sangat menular dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Smallpox menjadi salah satu alasan utama hilangnya banyak populasi di Amerika setelah introduksinya, akibatnya menyebabkan dampak yang besar pada sejarah demografis kawasan tersebut. Sebagai panduan, virus ini berbeda dari virus lain yang menyebabkan penyakit terkait, seperti virus mpox. Meskipun keduanya termasuk dalam familia virus yang sama, mereka memiliki karakteristik dan pola penularan yang berbeda. Virus smallpox telah dinyatakan punah setelah upaya vaksinasi global yang sukses.
Namun, meskipun bukti genetik tersebut mengungkap sejarah virus smallpox, masih banyak yang tidak diketahui mengenai riwayat virus-virus lainnya. Para peneliti seperti Terry Jones dari Charité — University Medicine Berlin menyebutkan bahwa studi seperti ini menawarkan gambaran langka tentang masa lalu patogen, membuka peluang untuk memperdalam pemahaman kita tentang evolusi dan dinamika virus yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat saat ini.Temuan ini tidak hanya relevan dari sudut pandang sejarah, tetapi juga menyoroti pentingnya penelitian tentang virus yang beradaptasi dengan host manusia. Smallpox mengalami penyusutan gen sebagai hasil adaptasi ini, yang menunjukkan bahwa virus serupa, termasuk virus penyebab mpox, mungkin juga mengikuti pola yang sama. Semua penemuan ini menyerukan pentingnya uji coba dan penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana virus berperilaku dan berevolusi seiring waktu.Informasi yang terungkap dari studi ini berpotensi memperkaya diskusi tentang penyakit menular dan tanggapan kesehatan masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dengan latar belakang epidemiologi global, pemahaman tentang bagaimana virus yang berbahaya beradaptasi dan menular dapat menawarkan pelajaran berharga untuk menghadapi ancaman kesehatan yang muncul di negara-negara sedang berkembang. Penelitian tentang penyakit seperti smallpox dapat membantu membangun dasar pengetahuan yang lebih baik dalam pengendalian penyakit yang mungkin dihadapi di masa depan.