TLDR
PJM Interconnection akan memotong pasokan listrik untuk pusat data besar selama kekurangan energi mulai Juni 2027. Pusat data diharapkan menggunakan empat kali lebih banyak listrik pada tahun 2035 dibandingkan saat ini. Penggunaan generator diesel sebagai sumber cadangan oleh pusat data dapat meningkatkan biaya dan polusi. Pomodo.id - PJM Interconnection, operator terbesar jaringan listrik di Amerika Serikat, kini menghadapi tantangan serius akibat tekanan dari pusat data yang bertumbuh pesat. Dalam upaya untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik, PJM telah memutuskan untuk memotong pasokan listrik kepada pusat data besar dan pengguna besar lainnya saat terjadinya kekurangan daya. Keputusan ini muncul setelah lelang untuk menambah kapasitas pembangkit yang gagal, menunjukkan betapa cepatnya konstruksi pusat data membuat para operator jaringan kewalahan dalam menghasilkan daya. Seiring telah diperkirakan bahwa pusat data akan menggunakan empat kali lebih banyak listrik pada tahun 2035 dibandingkan saat ini, langkah ini menunjukkan respons terhadap situasi yang makin mendesak.Insiden terjadi baru-baru ini saat sebuah saluran listrik turun di luar Washington, DC. Umumnya, jaringan listrik hanya memerlukan waktu beberapa detik untuk pulih dari kejadian seperti ini, namun kali ini memakan waktu lebih dari 10 menit karena lebih dari 3 gigawatt listrik yang digunakan oleh pusat data tiba-tiba berhenti. Meskipun kejadian ini tidak menyebabkan pemadaman listrik secara total, tetapi telah menyebabkan fluktuasi voltase di jaringan PJM yang meliputi wilayah dari Northern Virginia hingga Chicago. Pusat data menyumbang sekitar 3% dari total konsumsi listrik pada jaringan PJM, dan ini merupakan indikasi dampak besarnya yang akan semakin sering terjadi jika situasi tidak ditangani dengan efektif.Namun, kajian lebih lanjut menunjukkan bahwa meski ada tantangan ini, pusat data memiliki potensi untuk beradaptasi. Banyak pusat data mungkin akan mulai mengupayakan sumber energi mandiri untuk memenuhi kebutuhan daya mereka. Saat ini, pusat data yang tidak memiliki sistem on-site yang mandiri kemungkinan akan bergantung pada generator cadangan, yang meskipun fungsional, lebih mahal untuk dioperasikan dan seringkali lebih mencemari lingkungan. Sebagian besar pusat data lebih memilih generator berbahan bakar diesel karena ketersediaannya yang luas dan dapat disimpan di lokasi.
PJM Interconnection adalah operator jaringan listrik terbesar di Amerika Serikat yang mengelola pasokan listrik dari New Jersey hingga Illinois, melayani 67 juta pelanggan. Bekerja untuk memastikan penyediaan listrik yang andal, PJM mengalami tantangan besar akibat lonjakan permintaan dari pusat data yang terus meningkat. Meskipun mampu melakukan banyak hal dalam hal manajemen beban dan distribusi energi, tantangan akut dari pusat data yang tidak terkelola dengan baik dapat merugikan ketahanan jaringan secara keseluruhan.
Keputusan untuk memotong pasokan listrik dijadwalkan akan mulai diterapkan pada Juni 2027, dan hanya akan berlaku bagi pusat data yang memiliki kapasitas 50 megawatt atau lebih. Jika para pengguna ini mengalami pemotongan, mereka akan mendapatkan kompensasi sebagai bagian dari program respons permintaan yang sudah ada selama beberapa dekade. Hal ini memberikan sinyal jelas bahwa ke depan, operator listrik perlu menemukan cara baru untuk berkolaborasi dengan pengguna besar, termasuk pusat data, dan berinvestasi dalam meningkatkan kapabilitas penyediaan energi.Situasi ini memperlihatkan pentingnya efisiensi energi dan keberlanjutan di industri pusat data. Jika tidak ada langkah-langkah yang diambil untuk menambah kapasitas pembangkit dan meningkatkan infrastruktur listrik, kita dapat menghadapi tantangan yang lebih besar yang dapat mengganggu kestabilan pasokan listrik di wilayah tersebut. Produksi energi yang berkelanjutan dan inovasi dalam teknologi energi akan sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan yang terus berlanjut dari infrastruktur pusat data dan menjaga ketahanan jaringan listrik di masa depan.