TLDR
Praearcturus gigas adalah kalajengking purba terbesar yang diketahui dan menunjukkan bahwa kalajengking sudah ada sejak jauh sebelum serangga raksasa lainnya. Richard Howard dan timnya menggunakan fotografi dan ilustrasi untuk mengkonfirmasi bahwa Praearcturus gigas adalah kalajengking dengan ciri-ciri tertentu yang mirip dengan kalajengking modern. P. gigas mungkin merupakan salah satu pemangsa terestrial awal dan dapat hidup di lingkungan air tawar. Pomodo.id - Fosil dari spesies kalajengking raksasa bernama Praearcturus gigas yang berusia sekitar 415 juta tahun telah terungkap, menjadi mungkin sebagai kalajengking terbesar yang pernah ada. Panjang sekitar satu meter, P. gigas diperkirakan empat hingga lima kali lebih besar dibandingkan dengan spesies kalajengking modern terbesar saat ini, yaitu Gigantometrus swammerdami. Penelitian ini diungkapkan dalam jurnal Palaeontology pada tanggal 2 Juni dan menandakan bahwa kalajengking telah mencapai ukuran besar jauh lebih awal daripada arthropoda lainnya, termasuk serangga raksasa yang muncul pada periode Karbon yang terjadi setidaknya 55 juta tahun kemudian.P. gigas pertama kali ditemukan pada tahun 1870 di formasi geologis St Maughans di Inggris. Sejak penemuannya, para ilmuwan berupaya mengidentifikasi spesies ini yang sempat dianggap sebagai lobster raksasa atau makhluk mirip milipede besar. Penelitian di tahun 1980-an memberikan indikasi bahwa itu adalah kalajengking, namun tidak ada bukti konkret yang mendukung. Untuk mengungkap identitas P. gigas, paleobiolog Richard Howard dan tim di Museum Sejarah Alam di London mengambil foto fosil-fosil tersebut dan membuat ilustrasi. P. gigas memiliki penjepit sepanjang 15 sentimeter dengan satu penjepit yang bergerak menghadap jauh dari penjepit tetap, cara yang sama dengan kalajengking modern. Struktur ini bertentangan dengan krustasea seperti lobster, di mana penjepit yang bergerak menghadap penjepit tetap.
Praearcturus gigas adalah kalajengking prasejarah yang memiliki ukuran luar biasa. Mengingat bahwa ukuran makhluk ini mencapai satu meter, ini menambah pemahaman kita tentang evolusi ukuran dalam kelompok arthropoda. Salah satu konsep yang kerap salah dipahami adalah bahwa ukuran besar muncul baru-baru ini dalam evolusi; namun, penemuan P. gigas menunjukkan bahwa kalajengking memiliki ukuran besar setidaknya sejak Devonian, jauh sebelum serangga raksasa terkenal lainnya.
Sayangnya, meskipun penelitian menunjukkan bahwa P. gigas mungkin adalah kalajengking terbesar, ada keterbatasan dalam pengukuran dan analisis fosil yang tersisa. Dengan hanya menemukan potongan dan sebagian fosil, ada kemungkinan beberapa aspek dari morfologi dan perilaku spesies ini tidak teridentifikasi dengan jelas. Meskipun demikian, karakteristik unik yang ditemukan dalam penelitian ini memberikan gambaran yang lebih baik tentang bagaimana kalajengking dapat beradaptasi di lingkungan kuno dan strategi pertahanan yang mungkin mereka gunakan terhadap predator, yang termasuk adanya tonjolan di pedipalpi yang digunakan untuk menghasilkan suara mengerikan sebagai pertanda bahaya.Penemuan ini berimplikasi besar bagi pemahaman kita tentang jalur evolusi kalajengking dan arthropoda lainnya. Di masa depan, penelitian lebih lanjut diharapkan dapat menelisik lebih dalam tentang sejarah perkembangan kalajengking dan mitigasi dari lingkungan mereka yang sangat berbeda. Penemuan P. gigas membantu menantang pandangan kita tentang evolusi makhluk akuatik dan terrestrial dalam konteks sejarah geologis yang lebih luas.Artikel ini ditulis berdasarkan satu sumber.