TLDR
Perubahan iklim meningkatkan risiko ketidakamanan pangan di negara pulau kecil, dengan dampak yang lebih besar dibandingkan dengan negara lain. Kebergantungan pada impor pangan dan kerentanan terhadap faktor iklim dan geopolitik memperburuk situasi ketidakamanan pangan. Investasi dalam ekosistem yang sehat dan infrastruktur alami penting untuk membangun sistem pangan yang lebih tahan terhadap perubahan iklim. Pomodo.id - Dampak perubahan iklim semakin jelas mempengaruhi ketahanan pangan di negara-negara kepulauan kecil, yang merupakan beberapa negara paling rentan di dunia. Menurut analisis dari laporan Lancet Countdown 2025 terkait kesehatan dan perubahan iklim, terdapat hubungan yang terus tumbuh antara perubahan iklim dan ketidakamanan pangan. Negara-negara kepulauan kecil ini mengalami peningkatan jumlah penduduk yang mengalami ketidakamanan pangan moderat atau parah, diperkirakan mencapai 2,7 juta orang, yang disebabkan oleh frekuensi gelombang panas dan kekeringan yang meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa populasi dengan tingkat pendapatan rendah berisiko jauh lebih tinggi terhadap ketidakamanan pangan dibandingkan dengan mereka yang memiliki pendapatan menengah.Dalam konteks ini, Small Island Developing States (SIDS) sering dipandang sebagai wilayah yang paling terpapar dampak perubahan iklim. Mereka menghadapi berbagai tantangan seperti kenaikan permukaan laut, kekeringan, banjir, dan peristiwa ekstrem, meskipun kontribusi mereka terhadap emisi global sangat kecil, kurang dari 1%. Peneliti CMCC, Dr. Shouro Dasgupta, mengungkapkan bahwa negara-negara kecil ini merupakan salah satu yang paling rentan terhadap perubahan iklim dan menghadapi berbagai isu terkait iklim, termasuk meningkatnya kematian akibat panas.Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua negara menghadapi dampak yang serupa dari perubahan iklim. Beberapa negara dengan ketergantungan lebih besar pada impor pangan berada dalam risiko lebih tinggi terhadap ketidakamanan pangan. Hal ini menciptakan ketegangan di antara mereka yang memiliki kemampuan untuk mempertahankan ketahanan pangan lokal dan mereka yang terpaksa bergantung pada pasokan dari luar. Ini menunjukkan bahwa respons dan ketahanan tiap negara perlu diperhitungkan secara bijaksana untuk mengurangi dampak perubahan iklim.Dengan meningkatnya ketidakamanan pangan, masa depan bagi negara-negara kepulauan kecil tampak suram jika tindakan konkret tidak diambil. Program adaptasi dan mitigasi perlu diprioritaskan untuk memastikan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran global tentang permasalahan yang dihadapi SIDS dan memfokuskan perhatian pada pencarian solusi yang dapat mengurangi kerentanan mereka terhadap perubahan iklim.
Small Island Developing States
Small Island Developing States (SIDS) adalah negara-negara berbasiskan kepulauan yang sering menjadi yang paling terdampak oleh perubahan iklim. Meskipun kontribusi emisi gas rumah kaca mereka kecil, mereka tetap menghadapi tantangan besar seperti kenaikan permukaan laut dan peristiwa cuaca ekstrem. Banyak yang menganggap bahwa hanya negara-negara besar yang harus berkontribusi dalam mitigasi iklim, padahal SIDS, yang memiliki sedikit emisi, mengalami dampak paling parah dari fenomena ini.Artikel ini dirangkum dari 1 sumber.