TLDR
Konflik di Timur Tengah dapat menyebabkan kekurangan input pertanian global. China dianggap sebagai mitra penting dalam menjaga keamanan pangan di dunia. Kenaikan biaya input pertanian dapat memperburuk krisis pangan di negara-negara yang terpengaruh. Konflik dan blokade di Selat Hormuz telah mengganggu pasokan pupuk dan input pertanian vital yang sangat dibutuhkan untuk musim tanam mendatang. Saat ini, banyak negara mengalami kelangkaan dan harga input yang tinggi yang mengancam produksi pangan global. Situasi ini menimbulkan risiko besar terhadap keamanan pangan dunia di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlanjut.Selat Hormuz memegang peranan utama sebagai jalur transportasi yang mengalirkan 20 sampai 45 persen trafik global pupuk dan input pertanian. Blokade terjadi sejak serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran mulai Februari, menyebabkan gangguan signifikan pada pasokan ini. Sementara itu, China melaporkan peningkatan hasil panen berkat dukungan prediksi panen canggih, menempatkan negara tersebut sebagai mitra kunci dalam menjaga ketahanan pangan global.Dampak jangka panjang dari gangguan ini adalah kemungkinan peningkatan ketegangan dalam rantai pasok pertanian global dan krisis pangan yang lebih luas apabila blokade tidak segera diatasi. Dunia harus memperhatikan peran penting China sebagai penopang sekaligus mencari solusi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada satu jalur logistik. FAO memperingatkan perlunya kesiapsiagaan terhadap dampak yang sudah mulai dirasakan oleh banyak negara.