TLDR
Permintaan air puncak menjadi tantangan bagi kota-kota dalam membangun infrastruktur yang memadai. Biaya infrastruktur untuk sistem air dapat mencapai hingga $58 miliar pada tahun 2030 tergantung pada pertumbuhan pusat data. Efisiensi baru dalam penggunaan air oleh AI dapat mengurangi permintaan, tetapi ini masih menjadi isu yang perlu diatasi. Pomodo.id - Kota-kota di seluruh dunia menghadapi tantangan baru dalam menyusun infrastruktur yang memadai untuk mendukung pertumbuhan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dengan adanya banyaknya data center yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi AI, permintaan akan sumber daya air akan meningkat secara signifikan. Sebuah studi oleh UC Riverside, yang dilakukan bersama Caltech, memperkirakan bahwa sistem air komunal di Amerika Serikat mungkin memerlukan investasi sebesar $10 miliar hingga $58 miliar untuk infrastruktur baru pada tahun 2030. Proyeksi tersebut tergantung pada laju pertumbuhan data center dan efisiensi yang dicapai untuk mengurangi kebutuhan air.Permintaan puncak air yang dihasilkan oleh data center tidak dapat diabaikan. Sering kali, penilaian kebutuhan air dibuat berdasarkan rata-rata konsumsi, namun fakta menunjukkan bahwa kota-kota perlu membangun sistem air berdasarkan hari-hari dengan permintaan tertinggi. Ini mencakup pertimbangan berapa banyak gaya hidup manusia yang harus didukung di satu sisi, dan di sisi lain, bagaimana infrastruktur air dapat menyediakan kebutuhan tersebut selama puncak permintaan, yang biasanya belum terdesain dengan baik di banyak kota.Meskipun proyeksi menunjukkan kebutuhan air yang lebih tinggi, ada berbagai tantangan yang berpotensi memperumit situasi ini. Salah satunya adalah efisiensi tinggi yang diharapkan dari teknologi baru dalam industri AI. Jika efisiensi dapat diperoleh, maka kebutuhan air untuk operasi data center mungkin tidak setinggi yang diperkirakan. Namun, banyak kota saat ini tetap harus mempertimbangkan investasi untuk infrastruktur yang lebih baik, karena momentum pertumbuhan AI tetap tidak bisa diabaikan.Implikasi dari kebutuhan akan infrastruktur air yang lebih baik sangat signifikan. Jika kota-kota tidak mengantisipasi kebutuhan ini, mereka bisa menghadapi krisis pasokan air, terutama pada hari-hari dengan permintaan puncak. Di banyak daerah, dampak pada masyarakat bisa cukup besar, mengingat bagaimana teknologi dan kebutuhan untuk mengelola sumber daya air harus berjalan secara bersamaan. Jika tidak, risiko terhadap ketahanan infrastruktur kota dan kualitas hidup akan meningkat.
Infrastruktur air mencakup sistem pipa, pompa, dan kapasitas pengolahan yang penting untuk mendistribusikan air bersih ke masyarakat. Dalam konteks pertumbuhan AI, infrastruktur ini harus dirancang untuk mengatasi permintaan puncak yang mungkin jomplang dengan konsumsi rata-rata. Banyak yang mungkin beranggapan bahwa cukup dengan membangun infrastruktur sesuai kebutuhan rata-rata saat ini, tetapi kenyataannya adalah bahwa perencanaan harus fokus pada kemungkinan puncak kebutuhan konsumsi ini, terutama saat AI mengambil alih lebih banyak fungsi dalam kehidupan sehari-hari.artikel ini disintesis dari 1 sumber.