Sam Altman Ungkap Konsumsi Air dan Energi ChatGPT dalam Prediksi AI Masa Depan
Teknologi
Kecerdasan Buatan
11 Jun 2025
182 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penggunaan air untuk kueri ChatGPT sangat kecil.
Energi yang digunakan oleh ChatGPT sebanding dengan penggunaan energi alat rumah tangga.
Biaya kecerdasan diharapkan akan konvergen dengan biaya listrik di masa depan.
Sam Altman, CEO OpenAI, menjelaskan dalam sebuah blog bahwa setiap kali seseorang menggunakan ChatGPT, proses tersebut hanya mengonsumsi sekitar 0,000085 galon air. Altman mengilustrasikan jumlah ini setara dengan sekitar seperlima belas sendok teh air, yang menunjukkan penggunaan air yang sangat kecil dalam menjalankan teknologi AI ini.
Selain itu, Altman mengungkapkan konsumsi energi ChatGPT rata-rata hanya sekitar 0,34 watt-jam. Ia membandingkan energi ini setara dengan energi yang digunakan oven selama sedikit lebih dari satu detik atau lampu hemat energi menyala selama beberapa menit. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi AI bisa sangat efisien dari sisi konsumsi energi.
Altman juga menegaskan bahwa pada akhirnya biaya menggunakan AI seperti ChatGPT diharapkan akan mendekati biaya listrik biasa. Ini menandakan bahwa dalam waktu dekat, penggunaan kecerdasan buatan tidak akan mahal dan lebih mudah diakses oleh banyak orang.
Namun, beberapa pengamat masih menaruh perhatian pada konsumsi energi AI secara keseluruhan yang dinilai cukup tinggi. Misalnya, beberapa penelitian memperkirakan bahwa pada akhir tahun ini, teknologi AI bisa memakan energi lebih besar daripada penambangan Bitcoin, sebuah aktivitas digital yang diketahui menggunakan energi sangat besar.
Selain itu, penggunaan air untuk menjalankan pusat data yang mendukung AI bisa sangat bervariasi tergantung lokasi pusat data tersebut. Penelitian oleh The Washington Post menunjukkan bahwa faktor lingkungan dan lokasi sangat berpengaruh terhadap berapa banyak air yang digunakan teknologi AI dalam operasionalnya.


