TLDR
Cahaya utara mungkin terlihat di beberapa negara bagian utara AS minggu ini. Kegiatan geomagnetik diperkirakan meningkat karena aliran angin solar dari lubang koronal. Malam musim panas yang singkat dapat menyulitkan pengamatan aurora karena cahaya senja yang mengganggu. Pomodo.id - Potensi terjadinya aurora di wilayah utara Amerika Serikat tengah meningkat seiring dengan aliran cepat angin solar yang berasal dari lubang koronal yang besar dan telah mencapai Bumi. Fenomena ini tidak dipicu oleh koronal massa ejeksi seperti yang terjadi dalam beberapa tampilan aurora terdahulu, melainkan oleh lubang koronal yang berulang. Lubang ini merupakan area di mana medan magnet matahari terbuka ke luar angkasa, memungkinkan angin solar yang lebih cepat untuk melarikan diri. Aktivitas geomagnetik diperkirakan akan meningkat pada akhir tanggal 21 Juli dan berlanjut hingga 22 Juli. Diperkirakan bahwa badai geomagnetik kelas G1, yaitu badai minor, kemungkinan besar akan membawa aurora ke dalam pandangan di negara bagian bagian utara AS yang dekat dengan perbatasan Kanada.Seiring dengan ini, malam yang singkat di musim panas dan fase bulan separuh pertama minggu ini dapat membuat aurora yang tampak samar lebih sulit untuk dilihat. Sisa-sisa senja yang terus ada dapat mengurangi kontras yang diperlukan untuk mengamati cahaya rendah di cakrawala utara. Selain itu, awan noctilucent telah terlihat di belahan bumi utara, dan sebuah komet juga menjadi lebih terang, menambah kompleksitas dalam memantau fenomena angkasa saat ini.
Lubang koronal adalah area pada permukaan matahari di mana medan magnet terbuka, memungkinkan gas plasma dan angin solar untuk mengalir ke luar angkasa dengan kecepatan tinggi. Peristiwa ini penting karena dapat menyebabkan badai geomagnetik di Bumi, yang berpotensi membuat aurora terlihat di daerah berlatitudes tinggi. Sebuah kesalahpahaman yang umum adalah bahwa semua aurora terjadi akibat koronal massa ejeksi, padahal lubang koronal juga merupakan penyebab utama.
Namun, ada beberapa batasan terkait dengan potensi tampilan aurora kali ini. Misalnya, kondisi cahaya redup saat malam hari dan kebocoran cahaya dari bulan yang hampir purnama membuat aurora yang samar semakin sulit untuk diamati. Dengan demikian, meskipun ada peluang untuk menyaksikan fenomena tersebut, tidak ada jaminan bahwa tampilan aurora yang dramatis akan muncul.Ke depan, keberadaan lubang koronal ini membuka kemungkinan untuk melihat lebih banyak kejadian alam fantastis terkait aurora selama periode aktivitas geomagnetik yang lebih kuat. Kejadian ini juga mencerminkan pentingnya pemantauan terhadap aktivitas dan kondisi yang terjadi di matahari sebagai cara untuk memprediksi peristiwa di Bumi serta dampaknya terhadap atmosfer dan teknologi kita.Artikel ini disintesis dari 1 sumber.