Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Cellebrite Dituding Lalai Setelah Toolsnya Dipakai Bobol Ponsel Oposisi Rusia

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
25 Jun 2026
55 dibaca
3 menit
Cellebrite Dituding Lalai Setelah Toolsnya Dipakai Bobol Ponsel Oposisi Rusia

TLDR

Cellebrite tidak berhasil menghentikan penggunaan teknologi mereka di Rusia meskipun telah mengumumkan pemutusan hubungan.
Surveillance technology dapat terus disalahgunakan bahkan setelah perusahaan menghentikan dukungan mereka.
Perusahaan teknologi harus mempertimbangkan implementasi kontrol yang lebih ketat untuk mencegah penyalahgunaan alat mereka.
# Cellebrite Dituding Lalai Setelah Toolsnya Dipakai Bobol Ponsel Oposisi RusiaDalam dunia yang semakin dipenuhi teknologi pengawasan, penggunaan alat digital untuk memantau individu tentu menjadi isu hangat. Baru-baru ini, Cellebrite, sebuah perusahaan teknologi asal Israel, mendapat sorotan setelah produknya digunakan untuk membobol ponsel para tokoh oposisi di Rusia.Cellebrite dikenal karena kemampuannya dalam mengekstraksi data dari perangkat elektronik, khususnya ponsel. Pada bulan Juni 2021, teknologi Cellebrite digunakan oleh pihak berwenang Rusia untuk mengakses ponsel Andrey Pivovarov, seorang politikus oposisi, termasuk pesan-pesan yang terdapat di aplikasi seperti WhatsApp dan Telegram. Pivovarov, yang juga mantan direktur organisasi pro-demokrasi Open Russia, sedang dalam penahanan ketika data dari ponselnya diekstraksi. Meskipun perusahaan ini mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan layanan kepada pemerintah Rusia pada Maret 2021, bukti menunjukkan bahwa teknologi mereka masih digunakan setelah pengumuman tersebut.Cellebrite mengembangkan produk dengan kemampuan untuk mengatasi pengaman yang ada pada ponsel, memungkinkan akses terhadap data pribadi tanpa sepengetahuan pengguna. Proses tersebut umumnya melibatkan metode yang dikenal sebagai "data extraction" atau ekstraksi data, yaitu cara di mana perangkat lunak dan hardware teknologi Cellebrite dapat memecahkan kode pengaman dan mengekstraksi informasi dari sistem penyimpanan ponsel. Hal ini mencakup berbagai jenis data, termasuk pesan teks, foto, dan informasi aplikasi.Implikasi dari penggunaan teknologi ini sangat besar, tidak hanya bagi individu yang menjadi target, tetapi juga bagi masyarakat secara luas. Dengan alat dan teknologi yang seperti ini, risiko pelanggaran privasi semakin meningkat, khususnya di negara-negara dengan catatan buruk dalam hal hak asasi manusia, seperti Rusia. Situasi ini mengangkat pertanyaan penting tentang tanggung jawab perusahaan teknologi dalam menyediakan alat-alat yang dapat disalahgunakan oleh rezim otoriter. Salah satu contoh nyata adalah tindakan pemerintah Rusia yang menggunakan tecnologia Cellebrite untuk menargetkan Lyubov Sobol, tokoh oposisi lainnya, yang menunjukkan besarnya risiko yang dihadapi oleh para aktivis dan politikus yang melawan sistem.Sementara itu, penggunaan alat pengawasan seperti milik Cellebrite tidak hanya terbatas pada satu negara. Alat mereka bahkan telah digunakan oleh pihak berwenang di Myanmar untuk mencari ponsel jurnalis. Hal ini mendemonstrasikan bagaimana teknologi dapat mengubah cara pemerintah dalam mengawasi dan memantau warganya serta membatasi kebebasan berekspresi. Dengan laporannya mencatat lebih dari $128 juta dalam pendapatan pada kuartal pertama 2026, Cellebrite menunjukkan bahwa meskipun terdapat kesulitan di bidang etika, permintaan atas teknologi ini tetap ada.Dengan perkembangan teknologi yang mendukung tindakan pengawasan, penting untuk meneliti dampak jangka panjang pada privasi individu dan kebebasan sipil. Sambil mengawasi penggunaan teknologi seperti ini, masyarakat perlu berkomitmen untuk melindungi hak asasi mereka dari potensi penyalahgunaan oleh individu atau pemerintah dengan niat buruk.Artikel ini disintesis dari 7 sumber.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.