Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Luncurkan Laboratorium Riset Komputasi Fotonik Untuk Atasi Krisis Energi AI

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
16 Jun 2026
1602 dibaca
2 menit
China Luncurkan Laboratorium Riset Komputasi Fotonik Untuk Atasi Krisis Energi AI

TLDR

Laboratorium baru di Shanghai fokus pada penelitian komputasi fotonik untuk mendukung kebutuhan daya AI.
Komputasi fotonik dapat menawarkan efisiensi energi yang lebih baik dibandingkan dengan chip konvensional.
Tantangan utama dalam pengembangan teknologi ini adalah kurangnya ekosistem perangkat lunak dan algoritma yang matang.
# China Luncurkan Laboratorium Riset Komputasi Fotonik untuk Atasi Krisis Energi AIDi tengah meningkatnya permintaan akan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), China meluncurkan sebuah laboratorium baru yang berfokus pada penelitian komputasi fotonik. Inisiatif ini relevan dalam konteks kebutuhan mendesak untuk mengatasi tantangan energi yang dihadapi oleh sistem AI yang semakin kompleks.Laboratorium tersebut, yang dikenal dengan nama **Shanghai Key Laboratory of Integrated Photonic Computing Chips and Systems**, didirikan sebagai platform pertama yang menggabungkan akademisi dan industri untuk memajukan teknologi komputasi fotonik di China. Laboratorium ini bertujuan untuk mengembangkan arsitektur chip fotonik yang dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk sistem AI dan komunikasi data. Penelitian di laboratorium ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi energi dalam pemrosesan data yang semakin meningkat.Komputasi fotonik menggunakan partikel cahaya (foton) untuk mengirimkan dan mengolah informasi. Berbeda dengan komputasi tradisional yang berbasis listrik, yang dapat menghasilkan banyak panas dan mengkonsumsi energi tinggi, komputasi fotonik menawarkan potensi penghematan energi yang signifikan. Dalam satu sistem fotonik, data dapat diproses jauh lebih cepat dan dengan lebih sedikit kehilangan energi. Misalnya, ketika menggunakan chip fotonik, sistem dapat menngeksploitasi kecepatan tinggi dari cahaya untuk mentransmisikan data, memungkinkan lebih dari satu triliun operasi per detik, sesuatu yang sangat bermanfaat bagi aplikasi AI yang semakin kompleks.Pembangunan laboratorium ini bukan hanya tentang teknologi baru, tetapi juga menyoroti upaya China untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi dari negara lain, terutama dalam konteks ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat. Melalui pengembangan teknologi komputasi fotonik, China berambisi untuk menciptakan ekosistem teknologi mandiri dan berkelanjutan.Sementara itu, dengan peluncuran laboratorium ini, ada kemungkinan China akan bisa menyuplai inovasi yang dapat mempercepat pengembangan berbagai aplikasi AI yang lebih efisien dan hemat energi. Ini dapat membawa dampak positif tidak hanya bagi industri teknologi di China tetapi juga global, mengingat pentingnya keberlanjutan dalam komputasi masa depan.Inisiatif ini mencerminkan komitmen China dalam menciptakan solusi teknologi yang inovatif, sekaligus berupaya menjawab tantangan yang dihadapi oleh industri AI. Laboratorium ini dapat menjadi pionir bagi penelitian lanjutan di bidang komputasi fotonik, yang berpotensi mengubah cara kita mendesain dan menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.Artikel ini disusun dari 4 sumber.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.