China Memimpin Inovasi Chip Fotonik untuk Generative AI yang Efisien Energi
Teknologi
Kecerdasan Buatan
30 Jan 2026
19 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Chip fotonik memiliki potensi besar untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi dalam komputasi AI.
Penelitian di bidang fotonik semakin berkembang di China sebagai respons terhadap pembatasan teknologi dari AS.
Chip LightGen merupakan langkah maju dalam menggunakan teknologi fotonik untuk aplikasi AI generatif.
Model kecerdasan buatan generatif yang makin canggih membutuhkan daya besar dan memaksa chip elektronik yang ada saat ini bekerja di batas maksimal kecepatan dan efisiensi. Untuk mengatasi masalah ini, digunakan teknologi baru bernama chip fotonik yang menjalankan komputasi menggunakan cahaya, bukan listrik. Teknologi ini menjanjikan efisiensi energi yang lebih baik serta kecepatan tinggi karena foton tidak menghasilkan panas seperti elektron.
China menjadi negara yang paling aktif mengembangkan teknologi ini, dengan peningkatan publikasi ilmiah sepuluh kali lipat dari tahun 2017 hingga 2025. Pemerintah China telah memberikan investasi besar dan menyebut fotonik dalam rencana pembangunan lima tahun mereka. Kebijakan pembatasan dari AS terhadap chip elektronik canggih memacu China untuk mencari solusi alternatif demi mendukung pengembangan AI mereka sendiri.
Penelitian terbaru di Shanghai Jiao Tong University memperkenalkan chip fotonik bernama LightGen yang mampu menjalankan model AI generatif kompleks untuk menghasilkan gambar, video, serta scene 3D. Chip ini menggunakan teknologi metasurface yang menggabungkan jutaan neuron fotonik secara padat sehingga mampu bekerja lebih cepat dan hemat energi dibanding prosesor kelas atas yang saat ini ada seperti NVIDIA A100.
Teknologi chip fotonik berbeda dengan chip elektronik karena mengatur intensitas, fase, dan interferensi cahaya, sehingga meski efisien dan cepat, masih sulit untuk membuatnya fleksibel dan dapat diprogram ulang secara luas. Meski demikian, LightGen adalah bukti nyata bahwa chip fotonik bisa digunakan untuk tugas khusus secara efektif. Riset ini membuka jalan bagi integrasi teknologi fotonik di bidang komputasi di masa depan.
Meskipun chip fotonik belum bisa menggantikan chip elektronik sepenuhnya dalam waktu dekat, teknologi ini diperkirakan akan semakin matang dan digunakan secara khusus dalam beberapa aplikasi yang membutuhkan kecepatan tinggi dan konsumsi energi rendah, terutama untuk AI dan komputasi kuantum. Dengan dukungan pemerintah dan investasi, China bisa menjadi pusat inovasi utama di bidang ini.
Analisis Ahli
Ben Eggleton
Peningkatan signifikan dalam publikasi riset chip fotonik dari China menunjukkan kemajuan yang solid dan investasi jangka panjang yang akan memperkuat posisi negara tersebut di bidang teknologi ini.Zengguang Cheng
Pembatasan akses terhadap chip elektronik oleh AS mendorong China untuk mencari alternatif melalui pengembangan chip fotonik yang didukung oleh kebijakan pemerintah dan dana yang besar.

