TLDR
Chip nanofotonik dapat mengurangi konsumsi energi dalam komputasi kecerdasan buatan. Cahaya dapat digunakan untuk melakukan perhitungan yang sebelumnya dilakukan dengan listrik, meningkatkan kecepatan dan efisiensi. Penelitian ini menunjukkan potensi besar untuk mengintegrasikan model jaringan saraf ke dalam struktur fotonik. Para peneliti di Universitas Sydney mengembangkan prototipe chip nanofotonik yang menggunakan cahaya untuk melakukan perhitungan AI dalam waktu pikodetik. Teknologi ini menggantikan elektron dengan foton dalam memproses informasi, sehingga meningkatkan kecepatan dan efisiensi energi chip AI.Chip tersebut dirancang menyerupai jaringan saraf dengan struktur nanoskalanya yang berfungsi sebagai neuron buatan. Pengujian prototype pada lebih dari 10.000 gambar medis menunjukkan akurasi pengenalan pola antara 90% hingga 99%, menandakan potensi besar chip ini dalam aplikasi nyata.Teknologi ini dapat mengurangi kebutuhan energi dan pendinginan di pusat data, menjawab tantangan utama dalam pengembangan infrastruktur AI skala besar. Langkah selanjutnya adalah mengembangkan desain jaringan fotonik yang lebih besar dan lebih kompleks untuk mampu menangani dataset AI yang lebih rumit.