Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa AI Gagal Mengubah Bisnis Kalau Organisasi Belum Siap

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
28 Mei 2026
65 dibaca
3 menit
Mengapa AI Gagal Mengubah Bisnis Kalau Organisasi Belum Siap

TLDR

Perusahaan memiliki masalah kesiapan dalam mengadopsi AI, bukan hanya masalah model atau alat.
AI dapat mengungkapkan kelemahan dalam alur kerja perusahaan, terutama ketika diintegrasikan ke dalam proses yang lebih kompleks.
Keberhasilan adopsi AI tergantung pada kemampuan perusahaan untuk mengubah sistem dan proses di sekitarnya, bukan hanya pada penggunaan alat AI itu sendiri.
# Mengapa AI Gagal Mengubah Bisnis Kalau Organisasi Belum SiapDi tengah revolusi teknologi yang dipicu oleh kecerdasan buatan (AI), banyak organisasi di Indonesia yang berusaha beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Namun, data menunjukkan bahwa lebih dari 70% karyawan merasa tidak siap untuk mengadopsi AI dalam bekerja. Hal ini menunjukkan tantangan besar bagi bisnis dalam melakukan transformasi digital dan menjawab tantangan dalam menerapkan teknologi baru.Dalam konteks ini, organisasi seperti DataOn melaporkan bahwa lingkungan bisnis di Indonesia mengalami kesulitan dalam mengadopsi AI secara efektif. Meskipun lebih dari 75% organisasi di Indonesia telah menggunakan AI dalam setidaknya satu aspek operasi, adopsi teknologi dan pendidikan karyawan sering kali tidak berjalan seiring. Sekitar 23 juta orang di Indonesia diharapkan memerlukan program pelatihan ulang (reskilling) untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang dibawa oleh teknologi AI dalam beberapa tahun mendatang.**Sistem Kerja dan Kesiapan Organisasi**Kesiapan organisasi untuk mengadopsi AI sangat penting, karena teknologi ini tidak hanya membutuhkan perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi juga perubahan dalam sistem kerja yang ada. AI berfungsi untuk meningkatkan efisiensi dengan mengautomasi tugas-tugas yang biasanya dilakukan oleh manusia. Namun, penting bagi organisasi untuk menyusun strategi yang jelas dan memastikan bahwa karyawan memiliki keterampilan yang diperlukan untuk memanfaatkan teknologi ini. Ketidakpahaman karyawan dan kurangnya pelatihan dapat menyebabkan AI gagal memberikan hasil yang diharapkan.Metode AI yang sering digunakan dalam bisnis melibatkan penggunaan algoritme untuk memproses data dalam jumlah besar dan mengambil keputusan berdasarkan data tersebut. Namun, jika tenaga kerja tidak dilatih untuk memahami bagaimana AI beroperasi atau bagaimana mendapatkan informasi dari sistem, maka usaha untuk mengintegrasikan teknologi ini akan terhambat. Selain itu, penggunaannya yang tidak diawasi dapat menyebabkan risiko kebocoran data dan masalah keamanan lainnya.**Implikasi Jangka Panjang dan Strategi Masa Depan**Kedepannya, penting bagi perusahaan di Indonesia untuk mengatasi kesiapan organisasi dalam mengadopsi AI. Adopsi AI dapat berkontribusi hingga $366 miliar per tahun bagi ekonomi Indonesia jika didukung dengan infrastruktur yang memadai dan talenta yang sesuai. Perusahaan perlu berinvestasi tidak hanya dalam teknologi, tetapi juga dalam pelatihan tim mereka untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di era digital. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting untuk membangun kerangka kerja yang mendukung pengembangan keterampilan dalam teknologi.Kedepannya, kemampuan untuk mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis akan menjadi digunakan sebagai indikator utama daya saing suatu perusahaan. Organisasi yang mampu beradaptasi dan mempersiapkan tenaga kerja mereka akan lebih siap untuk menghadapi tantangan yang muncul dan memanfaatkan peluang dari transformasi digital yang muncul.Artikel ini disintesis dari 4 sumber.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.