
Parloa adalah startup asal Berlin yang baru-baru ini mengumpulkan dana sebesar 350 juta dolar AS dalam putaran pendanaan Series D, membawa valuasi mereka menjadi 3 miliar dolar AS. Ini terjadi hanya delapan bulan setelah mereka mendapatkan dana sebesar 120 juta dolar AS dengan valuasi 1 miliar dolar AS. Perusahaan ini fokus mengembangkan agen AI yang dapat mengambil alih pekerjaan layanan pelanggan yang sebelumnya dilakukan oleh manusia.
Parloa bersaing dengan beberapa perusahaan besar lain seperti Sierra, Decagon, Intercom, Kore.ai, dan PolyAI. Para pesaing ini juga berkonsentrasi pada penggunaan AI untuk otomasi layanan pelanggan, dengan memanfaatkan teknologi canggih untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman pengguna. Pasar ini sangat besar dengan diperkirakan 17 juta agen pusat kontak di seluruh dunia.
Para investor utama dalam putaran pendanaan terbaru Parloa termasuk General Catalyst, EQT Ventures, Altimeter Capital, Durable Capital, dan Mosaic Ventures. Dengan dana yang besar ini, Parloa menargetkan untuk mengembangkan sistem AI yang tidak hanya dapat menjawab panggilan telepon, tetapi juga mampu mengenali pelanggan secara personal dari berbagai platform seperti aplikasi, situs web, atau panggilan telepon.
Parloa sudah melayani berbagai klien besar seperti Allianz, Booking.com, HealthEquity, SAP, Sedgwick, dan Swiss Life. Meski pendapatannya saat ini sekitar 50 juta dolar AS per tahun, yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pesaing utama, mereka optimis bahwa dukungan dana yang besar akan membantu mempercepat pertumbuhan dan inovasi produk mereka.
Menurut CEO Parloa, Malte Kosub, pasar layanan pelanggan otomatis ini bukan persaingan yang menang-kalah karena pasar sangat besar dan kesempatan yang tersedia juga sangat besar. Dengan dana besar dan fokus pada pengalaman yang personal dan kontekstual, Parloa berharap dapat memimpin pengembangan teknologi AI dalam layanan pelanggan dan memperluas pengaruhnya di sektor ini.