Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Thinking Machines Ciptakan AI Interaktif yang Bisa 'Menginterupsi' Secara Real-Time

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
12 Mei 2026
311 dibaca
1 menit
Thinking Machines Ciptakan AI Interaktif yang Bisa 'Menginterupsi' Secara Real-Time

AI summary

Thinking Machines Lab mengembangkan model interaksi yang inovatif untuk AI.
Model TML-Interaction-Small dapat memberikan respon yang cepat, mirip dengan percakapan manusia.
Preview terbatas dari teknologi ini akan tersedia dalam waktu dekat, meskipun belum dirilis untuk publik.
Thinking Machines Lab memperkenalkan model AI baru bernama TML-Interaction-Small yang dapat memproses input dan merespons secara bersamaan. Model ini mengusung teknologi full duplex yang membuat percakapan dengan AI terasa seperti telepon, bukan pesan teks. Ini adalah pendekatan baru di dunia AI yang sebelumnya hanya melakukan interaksi satu arah.Model TML-Interaction-Small mampu merespons dalam 0,40 detik, kecepatan yang sebanding dengan percakapan manusia nyata dan jauh lebih cepat dibandingkan model AI dari OpenAI dan Google. Walaupun demikian, teknologi ini masih dalam tahap research preview dan belum tersedia untuk publik secara luas. Rencana rilis terbatas akan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang.Pendekatan ini dapat mengubah cara manusia berkomunikasi dengan AI di masa depan menjadi lebih natural dan interaktif. Namun, efektivitasnya masih perlu dibuktikan dalam penggunaan nyata. Jika berhasil, full duplex AI bisa menjadi standar baru dalam teknologi percakapan.

Experts Analysis

Andrew Ng
Mengembangkan AI yang mampu berinteraksi secara simultan menunjukkan kemajuan signifikan dalam natural language processing dan bisa membuka pintu untuk aplikasi baru yang lebih interaktif.
Fei-Fei Li
Full duplex interaction menandakan evolusi penting dalam interface manusia-mesin yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dan produktivitas.
Editorial Note
Pendekatan full duplex ini sangat menjanjikan untuk memajukan teknologi AI percakapan karena meniru interaksi manusia yang sebenarnya. Namun, memungkinkan AI 'menginterupsi' bisa menimbulkan tantangan etis dan teknis dalam mengelola konteks percakapan agar tetap relevan dan tidak mengganggu.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.