TLDR
Sel surya perovskite memiliki potensi efisiensi tinggi dan umur operasional yang panjang. Penggunaan halida perovskite dan pendekatan 2D/3D dapat mengatasi tantangan stabilitas dalam teknologi sel surya. Kolaborasi antara institusi internasional penting untuk inovasi dalam penelitian energi terbarukan. Para ilmuwan dari Korea University, University of Toledo, dan Seoul National University berhasil membuat sel surya perovskit 3D dengan efisiensi lebih dari 26 persen dan masa operasi lebih dari 24.000 jam. Mereka menggunakan teknologi unik yang melibatkan kontak langsung antara lapisan 2D dan 3D perovskit, tanpa perlu bahan kimia.Metode ini mengubah sifat optik dan fase kristal perovskit 3D secara terkontrol melalui interaksi organik dan perlakuan panas, menghasilkan kristalisasi mendekati nilai teoritis. Pendekatan ini membantu mengurangi cacat yang biasanya menyebabkan hilangnya efisiensi dan instabilitas perangkat.Peningkatan efisiensi dan stabilitas yang signifikan membuat teknologi ini sangat menjanjikan untuk komersialisasi sel surya perovskit. Tim juga berencana menerapkan teknologi ini untuk tandem solar cells, yang memungkinkan penggunaan lapisan perovskit dengan berbagai tingkat bandgap untuk hasil optimal.