Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Perang Skor IQ AI 2026: Grok dan GPT-5.4 Memimpin Lomba Kecerdasan Buatan

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
11 Mei 2026
32 dibaca
1 menit
Perang Skor IQ AI 2026: Grok dan GPT-5.4 Memimpin Lomba Kecerdasan Buatan

AI summary

Kecerdasan buatan mengalami perkembangan pesat dengan skor IQ tertinggi mencapai 145.
Pemahaman visual sangat penting dalam meningkatkan kemampuan penalaran logis model AI.
Perkembangan teknologi pembelajaran mesin terus berlanjut, dan prediksi menunjukkan skor IQ AI dapat meningkat lebih jauh di masa depan.
Skor IQ AI terbaru menunjukkan bahwa model Grok-4.20 Expert Mode dan OpenAI GPT-5.4 Pro (Vision) mencapai skor IQ tertinggi 145 berdasarkan tes IQ Mensa Norway yang fokus pada penalaran non-verbal. Penilaian ini menggunakan 35 soal teka-teki pola visual yang mengukur kemampuan abstrak dan logis AI.Data dari TrackingAI yang dipublikasikan Visual Capitalist memperlihatkan lonjakan skor IQ AI dari 135 di tahun 2025 menjadi 145 di tahun 2026, menandai kemajuan signifikan dalam kemampuan pemrosesan data dan pembelajaran mesin. Pemahaman visual terbukti menjadi faktor krusial dengan versi Vision AI mendapatkan skor jauh lebih tinggi dibanding versi non-vision dalam model yang sama.Meskipun AI sudah menunjukkan kemampuan penalaran setara manusia jenius, penilaian kecerdasan AI secara total memerlukan pengujian kemampuan lain yang tidak tercakup dalam tes IQ. Pengembangan AI diprediksi akan terus maju ke skor IQ yang lebih tinggi, berpotensi melewati angka 150 dalam waktu dekat, membuka peluang aplikasi AI yang lebih luas dan canggih.

Experts Analysis

Yoshua Bengio
Peningkatan kemampuan AI dalam memahami data visual dan abstrak merupakan bukti nyata kemajuan dalam deep learning dan arsitektur jaringan saraf yang semakin matang.
Fei-Fei Li
Integrasi kemampuan vision dalam AI membawa dampak besar pada kecerdasan buatan, memungkinkan model untuk lebih memahami konteks dunia nyata secara mendalam dan aplikatif.
Editorial Note
Lonjakan skor IQ AI yang signifikan dalam waktu singkat memperlihatkan bahwa teknologi AI belum mencapai batas maksimalnya dan masih memiliki potensi besar untuk berkembang. Namun, penilaian kecerdasan AI harus dilihat dari berbagai aspek, bukan hanya tes IQ, karena AI memiliki kemampuan multifaset yang lebih kompleks daripada kemampuan logis semata.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.