TLDR
Pertemuan antara Trump dan Xi Jinping dapat menentukan arah hubungan ekonomi dan teknologi antara AS dan China. Perpecahan internal di pemerintahan AS menunjukkan tantangan dalam menyeimbangkan keamanan nasional dan kerja sama ekonomi. Ketegangan yang terus berlanjut antara AS dan China berpotensi memengaruhi stabilitas pasar dan kebijakan global. Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan bertemu pada 14 Mei 2026 di Beijing untuk membahas hubungan geopolitik dan ekonomi yang memanas antara kedua negara. Pertemuan ini menjadi penentu arah kebijakan AS dalam menghadapi China, khususnya di sektor teknologi dan perdagangan.Sebelumnya, Pentagon mengumumkan penambahan Alibaba dan Baidu ke dalam daftar hitam perusahaan yang mendukung militer China, tetapi pengumuman ini dibatalkan dalam beberapa menit karena perpecahan di internal pemerintahan AS. Daftar '1260H' sudah mencakup perusahaan besar China seperti Tencent, Huawei, dan CATL, dengan pembatasan kontrak dan investasi.Ketegangan antara AS dan China tetap tinggi terutama di sektor semikonduktor, kecerdasan buatan, dan kebijakan perdagangan. Meskipun ada usaha menjaga gencatan senjata, keputusan pada pertemuan mendatang akan menentukan apakah kedua negara akan melanjutkan konflik atau menciptakan kerja sama yang lebih positif.