Blokade Selat Hormuz: Dampak Perang Iran-AS pada Pasokan Minyak Dunia
Bisnis
Ekonomi Makro
14 Apr 2026
48 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Konflik di Iran berdampak signifikan terhadap pasokan energi global dan stabilitas pasar.
AS terlibat aktif dalam mengamankan Selat Hormuz dan menanggapi ancaman dari Iran.
Permintaan minyak global diperkirakan akan menurun sebagai akibat dari ketegangan yang berlangsung di kawasan.
Blokade perselisihan antara Amerika Serikat dan Iran berlangsung di Selat Hormuz setelah AS menutup akses ke pelabuhan Iran dan sebagian jalur laut penting ini pada 13 April. Beberapa kapal Iran berhasil melintasi meskipun blokade diterapkan, menandakan ketegangan yang masih berlangsung dan upaya militer yang intensif.
Amerika Serikat menerapkan blokade sebagai respons terhadap kegagalan pembicaraan damai dan ancaman ranjau laut yang dijatuhkan Iran. AS mengerahkan kapal perang berteknologi tinggi dan drone bawah air untuk membersihkan ranjau yang dipasang oleh IRGC dan mengamankan arus kapal di jalur perdagangan tersebut.
Konflik dan blokade ini mengganggu pasokan minyak global yang melintasi Selat Hormuz yang membawa sekitar 20 persen pasokan minyak dan LNG dunia. IEA memperingatkan penurunan permintaan minyak dan potensi krisis energi global yang dapat terjadi jika konflik berlanjut, memaksa negara-negara untuk berhati-hati dalam kebijakan energi mereka.
Analisis Ahli
Admiral James Stavridis
Blokade semacam ini merupakan risiko besar untuk keamanan maritim global dan bisa mengganggu rantai pasok energi dunia secara dramatis.Fatih Birol (Executive Director IEA)
Gangguan pasokan minyak dan LNG lewat Selat Hormuz berpotensi meruntuhkan pasar energi dan mempercepat kenaikan harga bahan bakar secara global.

