AI summary
Vigloo memanfaatkan AI untuk mempercepat produksi drama mikro. Industri drama mikro di China tumbuh pesat dengan dukungan dari pemerintah. Format drama mikro menarik perhatian generasi muda dengan episode singkat dan cliff-hanger. Perusahaan mikro drama seperti Vigloo di Korea Selatan menggunakan kecerdasan buatan untuk mempercepat proses produksi dan menurunkan biaya secara signifikan. AI memungkinkan pembuatan show dalam satu bulan dibandingkan tiga bulan sebelumnya, serta dengan biaya hanya seperlima dari sebelumnya. Transformasi ini merubah cara produksi konten hiburan dan memperluas jenis serta gaya drama yang bisa dicoba.Industri mikro drama di China sangat besar dan mendapat dukungan pemerintah, dengan jutaan penonton domestik dan format drama sangat populer di kalangan generasi muda yang suka tontonan singkat dan dramatis. Drama ini dibagi dalam episode pendek yang biasanya diproduksi dengan bantuan AI, termasuk dalam penulisan skrip dasar sebelum diedit manusia. Persaingan menjadi semakin sengit antara perusahaan Korea dan China dalam menguasai pasar ini.Dengan berkembangnya teknologi AI dan subsidi dari pemerintah China, produksi mikro drama akan semakin cepat dan murah serta dapat menjangkau audiens lebih luas secara global. Ini memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk menguji berbagai model cerita dan genre, memberikan peluang inovasi besar dalam industri hiburan digital. Persaingan ini berpotensi mendorong standar produksi yang lebih tinggi dan inovasi konten kreatif.
Adopsi AI dalam produksi mikro drama jelas memperlihatkan bagaimana teknologi dapat mengatasi kendala waktu dan biaya, memungkinkan perusahaan kreatif bereksperimen lebih leluasa. Namun, ketergantungan berlebihan pada AI juga bisa mengurangi sentuhan manusia yang penting dalam kualitas narasi dan eksplorasi artistik.